Yup, sesuai dengan judul artikel kali ini kita akan sharing tentang rig kamera! Rig kamera ini juga sekaligus merupakan settup untuk upcoming project dari Overloops yaitu sebuah proyek film dokumenter yang juga pertama kalinya bagi tim Overloops untuk settup kamera seperti ini. Kita akan bahas tentang bagaimana prosesnya dan alasan kenapa pada akhirnya kita membuat sebuah settup seperti ini. Dalam pembuatan film dokumenter, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sekali dan mungkin akan sulit kita dapatkan jika hanya mengandalkan dari body kameranya saja tanpa menggunakan beberapa tambahan untuk mendukung dan melengkapi fitur-fitut yang mungkin tidak ada dari kamera secara default.

Keuntungan yang bisa kita dapat lainnya dari settup rig seperti ini adalah beban kamera yang menjadi lebih ringan dan lebih stabil ketika kita menggunakannya di bahu sehingga beban akan bertumpu di pundak kita. Selain itu juga kita dapat lebih mudah mendapatkan angle yang sesuai dengan eye level, dimana angle ini sangat dibutuhkan ketika pengambilan video interview maupun adegan-adegan spontan lainnya sehingga hasilnya akan jauh lebih realistis, natural, dan tentunya enak untuk ditonton. Dari posisi ini juga, kita dapat mengambil gambar dengan jarak yang lebih mundur dari biasanya. Jika tanpa layar monitor tambahan, maka otomatis kita akan mengambil gambar dengan kamera yang kita pegang didepan kita dimana kita akan melihat hasilnya langsung dari monitor kamera, sedangkan dengan set ini kita dapat memposisikan kamera persis di samping kepala kita dengan pundak sebagai tumpuannya dan membuat jarak dengan obyek semakin mundur sehingga didapatkan framing yang lebih wide.

Nah, kamera rig yang kita set kali ini sangat customizable. Kita hanya menggabungkan perlengkapan yang kita punya sebelumnya. Disini kita hanya perlu menambahkan sebuah base untuk menopangnya. Pada akhirnya nanti, settup kamera rig akan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang.

Pada bagian dasar, terdapat rod yang memiliki beberapa ukuran mulai dari yang panjang, medium, dan pedek. Kita menggunakan rod yang pendek dengan ukuran 15mm dan handle yang kita beli secara terpisah. Mengapa kita memakai ukuran yang pendek, karena mengingat kembali kebutuhan kita kali ini adalah untuk pembuatan film dokumenter yang terdapat banyak agenda travellingnya sehingga akan lebih sederhana dan praktis. Sedangkan untuk bagian pundaknya kita menggunakan versi yang paling kecil dan terdapat foamnya dibelakang.

Disini kita menggunakan kits smallrig yang memang didesain khusus untuk kamera Sony A7RIII yang sudah pas dan kompatible. Kita menggunakan kamera ini untuk mendapatkan hasil 4K, slowmotion, dan fitur-fitur lainnya yang mendukung untuk oembuatan film dokumenter meskipun kamera ini tidak mampu untuk merekam video yang panjang. Untuk lensanya kita memakai lensa tamron 28-75mm yang memang didesain khusus untuk Sony. Kita juga menggunakan filter CPL dan juga filter gradient ND untuk menambah dinamic range ketika kita mengambil gambar di lapangan. Penggunaanya juga dapat menambah maupun meminimalisir refleksi sesuai dengan yang dibutuhkan.

Hal yang utama lainnya adalah perihal sound. Jadi, kita harus menempatkan satu buah handyrecorder, satu buah mixer, dua buah source input dari microphone – dari softgun dan clip on, dan satu lagi adalah sebuah layar untuk memonitor dari gambar di ukuran yang lebih besar untuk dapat lebih mudah memastikan bahwa semua gambarnya fokus dan fix, karena di dalam film dokumenter akan sedikit sulit bagi kita untuk melakukan adegan ulang karena beberapa hal yang berlangsung dengan sangat spontan.

Kita menggunakan Rode Video Mic Pro untuk merekam ambience sounds. Untuk merekam suara langsung sedekat mungkin dari subyek untuk mendapatkan hasil yang lebih prima, kita memakai sebuah wireless microphone yang kita taruh di subyek sepanjang waktu untuk merekam percakapan yang terjadi di sepanjang harinya.

Ketika kita menggunakan dua buah input sound seperti ini, tentunya kita membutuhkan sebuah mixer tambahan untuk menggabungkan keduanya. Disini kita mempunyai kontrol penuh untuk mengatur suara manakah yang akan menjadi dominan, apakah itu suara dari subyek atau suara ambience. Keunikan lainnya dari mixer ini adalah meskipun alat ini bersifat pasif, kita harus menggunakan baterai power untuk bisa ditanggkap oleh mixer tersebut dan ini tidak akan berlaku untuk microphone yang tidak memiliki phantom yang memang tidak ada baterainya. Pada waktu proses editing nantinya suara kanan dan kirinya akan terbagi dari source dari microphone itu. Jadi, kita bisa saja menghilangkan secara full salah satu bagian channel audio sehingga bisa fokus pada satu buah source input.

Untuk melengkapi percakapan dari obyek secara utuh, kita menambahkan handy recorder H4N yang berfungsi sebagai bypass untuk memasukkan output dari wireless microphone kedalam H4N terlebih dahulu baru kemudian ke mixer. Jadi, sebelum direkam oleh kamera, semua percakapan akan direkam oleh H4N terlebih dahulu. Keuntungan disini adalah, ketika kita melakukan wawancara, kita tetap bisa berbincang-bincang meskipun kita tidak sedang merekam. Dengan demikian akan lebih menghemat storage dari kamera dan secara informasi dari subyek akan kita tangkap semuanya tanpa harus merekam.

Kemudian untuk layarnya, kita menggunakan Aputure VS5 yang membuat kita lebih mudah melihat gambar dengan pixel yang lebih tinggi dan juga support untuk 4K, tak lupa juga 2 buah baterai untuk memastikan bahwa proses pendokumentasian kita tidak akan kehausan baterai di tengah jalan dan membantu kita untuk framing karena ada fitur tambahan untuk save area untuk anamorphic format.

Jadi, seperti itu tadi sedikit ulasan tentang fromat rig kamera yang tim Overloops gunakan untuk pembuatan proyek film dokumenter. Feel free untuk kasih saran, kritik, dan komentarnya seputar artikel ini dan terus ikuti update-update lainnya dari tim Overloops yang bisa teman-teman kunjungi di instagram @overloops atau bisa juga melalui Fans Page Facebook Overloops. Untuk portofolio Overloops, temen-temen juga bisa melihatnya melalui Channel Youtube Overloops, dan jangan lupa subscribe ya supaya nggak ketinggalan update dari kita. Oke, sampai jumpa di hari baik selanjutnya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *