March 26, 2018

DJI Mavic Air VS DJI Mavic Pro

DJI Mavic Air adalah series drone terbaru milik DJI yang dirilis di awal tahun 2018. Adanya Mavic Air ini menambah jajaran drone berukuran kecil selain DJI Mavic Pro dan Spark yang telah dirilis lebih dulu. Drone dengan ukuran compact seperti ini, memang menjadi favorit bagi para hobbies maupun para semi professional yang ingin mendapatkan drone dengan flash gambar yang cukup tapi dengan bentuk yang ideal untuk dibawa travelling ataupun bepergian. Perkembangan drone simple ini dimulai dari DJI Mavic Pro yang dirilis pada tahun 2016 silam. Semenjak ada DJI Mavic Pro ini, tentunya penggunaan DJI Panthom sudah sangat jarang karena bentuknya yang sangat memakan tempat dan tidak simple. Walaupun kualitas gambar masih berada di bawah DJI Panthom, namun hasil gambar dari DJI Mavic Pro ini masih acceptable untuk scene-scene tambahan dalam video.

Bahkan DJI Mavic Pro ini sudah menjadi andalan Overloops ketika produksi video seperti MTB, sampai produksi iklan. Meskipun dalam penggunaannya kita hanya perlu membawa memori berukuran besar maupun memori tambahan karena footage dari DJI Mavic Pro ini baru acceptable dalam pengambilan video pada resolusi 4k yang membutuhkan storage yang cukup besar. Perkembangan DJI Mavic ini tidak berhenti sampai disini saja, munculnya DJI Mavic Air ini menjadi hal yang cukup fenomenal karena setelah setahun lebih incept of making new DJI Mavic Pro seri 2 atau seterusnya sebagai successor, DJI meluncurkan seri Mavic yang lebih kecil, padahal DJI juga sudah membuat DJI Spark yang ditujukan untuk para hobbies yang ingin versi lebih sederhana dan ekonomis dari jajaran drone DJI. Sebenarnya untuk siapa drone DJI Mavic Air ini yang memang dalam segi kamera lebih downgrade dari DJI Mavic Pro? Untuk lebih jelasnya, langsung aja kita bahas perbedaan dari kedua DJI Mavic ini..

Untuk orang yang sudah punya DJI Mavic Pro atau pernah melihatnya, ketika unboxing drone ini dipastikan akan sangat amaze dengan body slick Mavic Air ini dank arena ukurannya yang sangat simple namun tetap elegant. Seringkali kita tidak jadi membawa Mavic Pro ketika akan travelling karena ukurannya yang masih sangat besar dan memenuhi tas yang kita bawa. Harapan para traveller untuk memiliki drone serupa dengan ukuran yang lebih kecil tentunya terkabul dengan adanya DJI Mavic Air ini. Bahkan jika dibandingkan dengan DJI Mavic Spark yang merupakan drone terkecil milik DJI sekali pun masih kalah karena Mavic Air ini armnya bisa dilipat. Sebenarnya untuk membuat orang lebih jatuh cinta dengan Mavic Air ini, DJI hanya perlu memberikan kamera yang persis sama dengan Mavic Pro karena dengan deal ukuran yang lebih compact, orang akan rela untuk upgrade meskipun harus membayar lebih mahal.

Hanya saja ketika Mavic Air ini dirilis, harga yang ditawarkan justru jauh lebih murah dibandingakan Mavic Pro. Jika Mavic Pro dibanderol dengan harga USD $999, Mavic Air ini dibanderol dengan harga USD $799, sehingga dalam kualitas gambar DJI Mavic Air ini memang lebih rendah dibandingkan DJI Mavic Pro. Dengan diafragma yang lebih sempit, 2,8 vs 2,2 namun dari segi resolusi, format dan lain-lain, Mavic Air ini identic dengan Mavic Pro. Bahkan Mavic Air memiliki bit rate dan fps yang lebih tinggi dibandingkan dengan Mavic Pro.

Untuk membuktikan spesifikasi tersebut, Overloops mencoba untuk membandingkannya dalam sebuah rangkaian uji coba. Karena fokusnya membandingkan ukuran gambar, kita memilih untuk tidak menerbangkan kedua drone tersebut dan hanya meletakkannya berdampingan. Kita menggunakan tipe handphone yang sama untuk membandingkan rasio dan kualitas gambar at glance. Dari segi pengaturan di handphone, DJI Mavic Air tidak se-advance DJI Mavic Pro, dan tidak terlihat opsi lock gimbal, portrait mode, afc, dan juga auto sync hd photo. DJI Mavic air juga tidak memiliki profile warna selengkap mavic pro, hanya D-Cinelike saja.

Untuk test kali ini, semuanya kita set dengan ISO Minimum dengan harapan memberikan hasil yang optimal. Setelah mendapatkan hasilnya, ternyata hasil dari mavic pro dan air cukup berbeda meski dengan settingan sama. Surprisingly, daeri segi kualitas, mavic air lebih bagus dibandingkan Mavic pro yang terlihat over sharp dan kontras, sedangkan mavic air terlihat lebih enak ditonton dengan warna dan ketajaman yang pas.  Karena penasaran dengan resolusi lain, kemudian kita membandingkan resolusi di 2K dan 1080p. Ternyata mavic air masih lebih unggul dalam perobaan kali ini. Satu hal yang menarik dan baru saya ketahui, framing atau POV Mavic Air mengalami perubahan ketika set di resolusi lain. Nampaknya downscale resolusi dari Mavic Air sebatas cropping dari gambar resolusi terbesarnya.

Dengan kualitas gambar yang cenderung lebih bagus dari Mavic Pro meski dengan opsi yang lebih minim, dari mode pengambilan gambar pun Mavic Air juga masih memberikan banyak mode, bahkan menambahkan beberapa fitur baru yang lebih canggih seperti Advanced Pilot Assistance Systems dan Smart Capture yang lebih disempurnakan, lebih banyak variasi hand gesture yang bisa dilakukan untuk control drone tanpa remote sekalipun. DJI Mavic air ini juga kompatible dengan DJI Google yang sejatinya ditujukan untuk mavic pro. Meski tidak bisa koneksi secara wireless seperti mavic pro karena tidak ada teknologi ocusync, namun dengan menggunakan usb cable kita masih bisa conenct mavic air ke DJI Goggle.

So far, Untuk user dengan kegunaan seperti Overloops yang memilih untuk drone yang ringan dan kompak, Mavic Air is the best drone from DJI yet in term of size, price and image quality. So surprise meski grade nya lebih rendah dari Mavic Pro, namun kualitas gambarnya lebih baik. Baik kamu traveler, adventure sport lover, atau bahkan professional, mavic air ini mungkin the best option for you. Nah, untuk lebih jelasnya kalian bisa melihat video review secara langsung di bawah ini..

RECENT POSTS

    Leave a comment