Jika kemarin kita berbicara tentang persiapan sebelum berangkat ke lokasi traveling, kali ini kita akan membahas tentang hal teknis apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan gambar yang bagus ketika produksi. Sebelum memulai traveling kita harus bisa memahami dan mengerti hal-hal basic seputar photography. Kalau kamu sudah mengerti hal basic itu, kamu juga harus bisa mempraktekannya ketika di lapangan. Nah, beberapa point berikut ini bisa membantumu ketika produksi video traveling di lokasi.

  • Pahami Hal Basic

Sebelum memulai produksi, ada hal basic penting yang harus kita ketahui ketika travelling seperti sequence, berfikir tentang insert-insert yang diluar objek utama namun bisa mendukung video ini secara keseluruhan. Fokusnya adalah bagaimana kita bisa membuat sebuah video yang dinamis, dan nantinya setelah kita berfikir tentang sequence, kita akan berfikir tentang angel yang berbeda dan framing yang berbeda dalam sebuah kejadian. Seringkali orang hanya terpaku untuk memotret di situasi tertentu saja dalam sekali take. Sedangkan untuk membuat sebuah video yang dinamis kita harus bisa menyajikan gambar dari sisi yang berbeda dan adri detail yang berbeda agar penonton tidak merasa bosan.

Kami sering kali membatasi gambar yang tampil itu maksimal 4 detik saja dalam sebuah video, selebihnya natara 2 hingga 3 detik saja. Sehingga untuk membuat video dengan durasi 5 menit bisa dibayangkan berapa shoot yang dibutuhkan dalam sebuah video. Dengan demikian kita membutuhkan pengambilan gambar minimal 2 shoot, 2 angel, 2 framing, dekat – jauh, wide – close, detail – general. Selain itu, dalam pengambilan gambar kita juga harus bisa out of the box dalam artian kita bisa mengambil gambar yang tidak mungkin terpikirkan orang-orang dan ketika ada yang menontonnya dia akan berkata “Wah keren juga ya, tidak terpikirkan bisa seperti itu”.

Selain pendekatan basic seperti itu, kita juga harus bisa membuat sebuah video yang bisa menampilkan visual-visual yang secara meaning itu memberikan sebuah makna. Pendekatannya bisa berbagai macam, bisa dari segi teknik, segi pengambilan angel, atau pengambilan moment. Bahkan hampir semua gambar yang kita rekam pasti menggunakan teknik slow motion karena jika kita bisa menampilkan video dengan speed yang lebih lambat akan menjadikan video lebih dramatis.

  • Teknik Timelapse

Teknik selanjutnya untuk membuat video yang lebih surealis ini adalah teknik timelapse. Teknik timelapse ini merupakan teknik dimana kita merekam sebuah pergerakan dengan waktu tertentu yang ketika divisualkan nanti gambarnya akan memiliki pergerakan yang lebih cepat. Secara standar, timelapse hanya perlu untuk mengatur kamera dengan interval tertentu untuk memotret setiap gambar yang kemudian akan dijadikan satu gambar. Untuk menyajikan sebuah timelapse yang bagus itu kita membutuhkan oergantian waktu seperti siang ke malam atau malam ke pagi yang biasa disebut sebagai teknik bulb ramping. Dulunya teknik bulb ramping ini merupakan teknik yang advance dan agak susah karena membutuhkan hacking dari system kamera dslr untuk bisa secara otomatis men-adjust pergantian exposure cahaya secara dramatis. Kebanyakan proses ini sering gagal karena dibutuhkan kalkulasi yang tepat sehingga di dapatkan hasil yang bagus dari awal hingga akhir. Hingga pada akhirnya saat ini kamera sony A7S sudah memiliki fitur timelapse dan kita juga bisa memilih opsi sunset, sunrise, dan opsi lainnya.

Untuk segi timelapse yang bisa kita lakukan adalah dengan teknik slowmotion timelapse. Kita bisa merekam pergerakan dari orang maupun objek dengan slow motion timelapse sehingga bisa memberikan efek pergerakan yang smoth karena terdapat efek blur di objek yang bergerak tersebut. Untuk menghasilkan gambar slow motion kita juga bisa menambahkan filter elemen endy di lensa, sehingga kita bisa menurunkan beberapa step exposure untuk mendapatkan sutterspeed yang lambat.

Kita juga senang bermain dengan bokeh, jadi kita menggunakan lensa prime lens karena menawarkan diafragma yang maksimal dan angel yang lebih extreme seperti ultra wide. Biasanya gambar yang kita ambil memberikan deep of field sehingga gambar tersebut lebih artistic. Kita juga harus bisa menyajikan gambar yang tidka biasa dilihat dengan bermain focal length atau kamera angel. Mata manusia itu pada umumnya berkisar antara 35 mm dan setara equal dengan 35 mm di full frame, maka sebuah focal-focal yang di atas wide atau di bawah 35 itu akan menunjukkan gambar-gambar yang sebenarnya tidak biasa dilihat orang. Itu sudah cukup untuk membuat gambar yang cukup meng-impress audience. Selebihnya kami biasanya mengambil sebuah gambar ultra wide atau tele dalam sebuah sequence.

  • Kamera Angel

Hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah kamera angel. Ketika orang biasa melihat di eye level, sebisa mungkin tidak mengambil gambar di eye level sehingga orang akan melihat sudut pandang yang sama ketika dia melihat sebuah objek keseharian. Namun terkadang kita juga perlu untuk menyajikan gambar yang frog level dari bawah atau bird eye dari atas sehingga kita akan mendapatkan interest sendiri dari audience. Sama ketika kita menyajikan angel extreme, kita bisa memaksimalkan action cam yang bisa di mounting di beberapa tempat sehingga kita bisa menyajikan point of view yang tidak biasa.

  • Moment

Momen merupakan hal yang paling penting seperti yang sudah kita bahas di awal artikel sebelumnya. Momen bisa di dapatkan dari gambar-gambar popular seperti sunrise, sunset, golden hour, dan blue hour. Sunrise merupakan waktu dimana matahari terbit dan membutuhkan effort yang luar biasa untuk bisa bangun pagi dan ketika matahari terbit kita sudah harus berada di ketinggian untuk merekam pergerakan matahari yang akan muncul, golden hour ketika matahari masih berada di samping, dan ini akan terlihat sangat bagus untuk memotret karena cahaya masih berwarna kuning. Kubik-kubik bangunan artistic dan cahaya ring matahari dari samping yang bisa menjadi lens flare dari matahari, kemudian momen sunset dan blue hour. Waktu blue hour yang hanya berlangsung selama 15 menit saja setelah matahari terbenam ini menjadi waktu yang sangat bagus untuk memotret karena akan menghasilkan gambar bangunan yang shadow less atau tanpa bayangan, namun detil bangunan terlihat sempurna. Dalam merekam sebuah momen itu juga dibutuhkan kesabaran extra seperti pengalaman travelling kita di Jepang, merekam burung yang akan terbang itu membutuhkan waktu yang lama karena photographer harus sabar menanti burung itu terbang dengan sendirinya dan hasilnya memang worth it.

 

Nah, itu tadi beberapa tips dari Overloops untuk temen-temen yang mau memulai produksi video travelling di lokasi. Semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman semuanya, dan setelah ini Overloops juga bakal share informasi seputar bagaimana cara editing video travel yang bagus itu. Penasaran bagaimana caranya? Tunggu postingan kita selanjutnya yaaa…

RECENT POSTS

    Leave a comment