Bank Indonesia sudah lama bekerja sama dengan Overloops dalam pembuatan video baik Company Profile maupun iklan layanan masyarakat. Untuk projek kali ini Bank Indonesia cabang Yogyakarta meminta Overloops membuat iklan layanan masyarakat tentang inflasi. Inflasi ini sendiri juga disebabkan karena peningkatan persediaan uang yang kadangkala terkadang dipandang sebagai penyebab meningkatnya harga. Penyebab inflasi ini sendiri juga kebanyakan karena masyarakat yang menghambur-hamburkan uangnya untuk membeli keperluan yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan. Oleh karenanya kenaikan harga ini terjadi. Nah, untuk menyadarkan masyarakat akan hal itu, Bank Indonesia membuat iklan layanan masyarakat ini. Bank Indonesia menginginkan iklan yang berbeda dengan yang lainnya, dan membuat iklan yang tidak biasa. Overloops menawarkan berbagai konsep iklan yang nantinya akan dipilih oleh BI. Pada akhirnya BI memilih iklan layanan masyarakat dengan konsep cerita.

Dari story yang sudah dibuat, Overloops melakukan survey ke pasar untuk menentukan lokasi mana yang akan digunakan, kemudian mencari ijin menggunakan pasar di Dinas Perdagangan yang lokasinya ada di Pasar Bringharjo. Setelah itu kita mencari model yang cocok untuk memerankan tokoh di iklan ini. Kita memilih Pasar Kota Gedhe sebagai background cerita iklan ini. Kenapa Pasar Kota Gedhe? Karena pasar tradisional ini memiliki history yang unik, interior di depan pasar juga menarik, dan tatanan pasar di dalamnya bisa masuk ke video. Pasar Kota Gedhe ini juga tidak terlalu rame sehingga kita tidak perlu terlalu mensterilkan pasarnya.

Dalam iklan layanan masyarakat tersebut diceritakan ada 2 tokoh ibu. Kita menggunakan tokoh ibu-ibu karena orang-orang yang berbelanja di pasar ini cenderung ke ibu rumah tangga. Tokoh ibu pertama kita buat memiliki sifat pemboros digambarkan dnegan penampilannya seperti ibu-ibu rempong yang berbelanja menggunakan kacamata, mengenakan banyak perhiasan, dan berdandan menor. Sedangkan tokoh ibu satunya digambarkan sebagai seorang ibu yang hemat dan berpikir bijak, memberi kebutuhan dengan perhitungan, kalem dan tidak norak. Ibu yang pemboros itu membeli semua kebutuhan sehari-hari tanpa berpikir panjang, semuanya dibeli karena harganya yang murah, tidak membei dengan cerdas. Namun akhirnya berdampak kepada orang lain, yaitu ibu yang hemat. Ketika dia mau membeli kebutuhan pokok sesuai dengan kebutuhannya, malah terjadi kenaikan harga yang tidak wajar. Hal ini karena semakin banyak yang dibeli, maka akan cepat juga terjadinya inflasi.

Selesai melakukan pengambilan gambar di pasar, kita akan mewawancarai Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk dimintai testimony mengenai inflasi. Overloops sedikit kesusahan ketika akan mewawancarai Gubernur Yogyakarta ini karena kesibukannya yang luar biasa sehingga tidak ada waktu luang untuk diwawancarai. Akhirnya kita di telepon pihak BI untuk mengambil momen setelah Sri Sultan menghadiri acara pelantikan Gubernur DIY. Kita bekerjasama dengan coordinator acaranya dengan menanyakan setelah pelantikan usai, beliau akan berjalan kea rah mana. Kita mensetting studio mini di jalur yang akan di lewati Sri Sultan. Kita menggunakan background tembok putih yang ditembak dengan cahaya lampu light. Ketika Sri Sultan melewati jalan yang kita pilih, kita ajak Sri Sultan untuk memberikan sedikit testimony mengenai inflasi ini. Overloops sudah menyiapkan kata-kata sehingga Sri Sultan tinggal membacanya di depan kamera. Kita hanya memiliki waktu 5 menit untuk Sri Sultan menyampaikan testimony tersebut dan ini lah tantangannya. Karena pada awalnya kita diminta oleh ajudannnya untuk mewawancarai di tempat beliau berjalan. Namun akhirnya kita bisa menarik beliau untuk diwawancara di studio mini kita. Sri Sultan sangat antusias dengan iklan layanan masyarakat ini, sangat welcome kepada Overloops bahkan memesan untuk membuat backup file tersebut.

Kemudian kita mewawancarai Direktur BI cabang Jogja. Kita melakukan wawancara dengan Pak Budi dengan setting studio mini sama dengan yang kita lakukan untuk Sri Sultan agar dalam video ini smeua terlihat seragam. Karena dalam testimony ini ada makna tersirat yang menyuruh warga Jogja agar lebih berhemat dan berbelanja dengan hemat. Dalam shooting wawncara ini, kita menggunakan 4 buah lampu light tembak yang dilengkapi dengan paying, clip on, h4n untuk suaranya, dan menggunakan 2 sisi kamera dengan kamera A7S dan A7 Mark II, juga lensa 24-70 mm. Setelah selesai semuanya, kita masuk ke proses pengeditan. Dengan konsep cerita yang sudah matang dan karena kekompakan tim juga, kita bisa membuat video dengan kualitas dan performa yang baik, memaksimalkan semuanya, membuat iklan dengan konsep yang berbeda, dan pastinya memuaskan tim BI atas hasil yang kita berikan. Editing ini selesai dalam waktu 1 minggu karena sudah harus tayang di salah satu stasiun TV.

Hal ini merupakan kebanggan tersendiri bagi tim Overloops karena kita bisa mengemas iklan layanan masyarakat menjadi sesuatu yang berbeda, tidak hanya testimonial saja. Nah, untuk kalian yang tertarik untuk membuat iklan seperti iklan di bawah ini, kalian bisa menghubungi Overloops melalui instagram @overloops atau melalui Facebook Page Overloops. Buat iklan layanan masyarakat kalian menjadi sesuatu yang berbeda dan tidak membosankan untuk ditonton…

RECENT POSTS

    Leave a comment