August 7, 2018

Indonesian Paralympic Athlete

Asian Paralympic Athlete merupakan suatu ajang Pesta Olahraga Difabel se-Asia. Mereka yang memiliki keterbatasan juga perlu diberi kesempatan untuk menunjukkan bakatnya di ajang olah raga dunia seperti ini. Selain memberikan motivasi kepada sesama disabilitas, mereka juga bisa membuktikan bahwa keterbatasan tidak membatasi apa pun yang mereka inginkan. Untuk menyambut Asian Paralympic Athlete 2018 di Indonesia, panitia Asian Paralympic ini mempercayakan Overloops untuk memotret para atlet yang berjuang di ajang perlombaan pada tanggal 8 Oktober hingga 16 Oktober 2018 nanti. Pemotretan ini nantinya digunakan untuk baliho di Jakarta. Untuk itu kita juga membuat bts dari pemotretan Asian Paralympic Athlete 2018 ini.

Jumlah atlet yang ada di Indonesia ini pada dasarnya sangat banyak, namun banyak pula dari mereka yang kurang terekspos baik oleh media maupun kementrian olahraga. Beberapa atlet difabel ini juga merasa kurang dikenal oleh masyarakat luas dan tidak diketahui keberadaannya. Oleh karena itu, Overloops juga akan membagikan beberapa profil atlet Paralympic yang sudah kita interview sebelumnya. Berikut beberapa atlet yang akan mengikuti ajang Asian Paralympic Athlete:

  • Aima – Atlet Renang

Nur Aima merupakan seorang remaja berumur 18 tahun asal Kalimantan Selatan. Aima memulai hobby renang ini pada umur 15 tahun. Aima dikenalkan oleh temannya kepada pelatih renang hingga bisa menjadi atlet seperti saat ini. Pada awalnya Aima memang sudah memiliki hobby renang, tetapi belum mengetahui teknik-teknik gaya indah seperti saat ini.

Aima belajar terus berbagai teknik gaya renang indah hingga dia bisa mewakili Indonesia di Asian Paralympic Athlete ini. Sebelum terjun ke dunia atlet, Aima sempat ragu apakah dia bisa melakukan apa yang orang-orang lakukan dengan keterbatasan yang dia miliki. Tetapi setelah mencoba berkali-kali akhirnya dia berhasil juga menjadi atlet renang seperti saat ini. Aima juga berharap nantinya dia bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia.

  • Mita – Atlet Voli Duduk Indonesia

Nina Gusmita merupakan salah satu atlet voli duduk Indonesia berumur 19 tahun dan berasal dari Medan. pada awalnya, basic Mita ini di atlet bola voli normal. Namun karena insiden kecelakaan yang menimpanya beberapa tahun lalu, Mita memutuskan untuk masuk ke tim Voli duduk Indonesia untuk mewakili Indonesia di Asian Paragames 2018.

  • Anisa Tri Lestari – Atlet Voley Duduk Indonesia

Anisa Tri Lestari merupakan salah satu tim bola voli duduk Indonesia yang akan mewakili Indonesia dalam Asian Paragames 2018. Anisa berasal dari Jawa Barat dan berumur 27 tahun. Dahulunya Anisa memang atlet bola voli normal, namun setelah tragedy kecelakaan yang menimpanya, Anisa bergabung dengan tim bola voli duduk Indonesia. Selama menjadi atlet bola voli duduk ini Anisa tidak pernah merasakan kendala apapun, apalagi setelah bergabung dengan tim voli ini dia merasa memiliki banyak teman yang senasib memiliki kekurangan tetapi masih bisa melampui keterbatasan mereka sendiri.

Motivasi Anisa masuk ke dalam tim bola voli duduk ini karena dia yakin bahawa dirinya masih bisa mengembangkan bakatnya, berprestasi dan memberi kontribusi untuk Indonesia. Anisa juga berpesan kepada teman-teman difabel, jangan mudah berputus asa, teruslah berlatih, dan selalu semangat karena siapa tahu teman-teman difabel juga bisa seperti Anisa ini yang berkontribusi untuk Negara.

  • Umar – Atlet Panahan

Umar merupakan atlet cabang panahan asal Kalimantan Selatan yang mewakili Indonesia di Asian Paragames 2018 di kategori Kompon Wheelchair 1. Umar mulai masuk ke dunia atlet ini pada tahun 2010 dan mengikuti kejuaraan Peparnas 2012 di Riau. Umar mendapatkan 1 perak dan 3 perunggu di Peparnas 2012 tersebut. Kemudian di tahun berikutnya Umar mengikuti pendidikan panahan khusus di Jawa Tengah hingga mengikuti panggilan platnas di Myanmar pada tahun 2013. Namun performanya masih kurang menunjang, sehingga baru berhasil mendapatkan posisi ke 4 di platnas tersebut.

Untuk persiapan mengikuti Asian Paragames 2018 ini, Umar selalu berlatih dengan giat, fokus, dan serius untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Umar juga menyampaikan motivasinya kepada teman-teman yang menyandang disabilitas dan masih merasa ragu untuk berkumpul di masyarakat, cobalah untuk keluar dan lakukan apa yang bisa kalian kerjakan. Melalui olahraga ini pun bisa untuk mengapresiasi diri maupun mengukir kemampuan dan menambah pengalaman. Jangan pernah mengeluh untuk bisa menjadi yang terbaik, dan tentunya untuk membanggakan orang tua, keluarga, dan khususnya Negara.

Umar juga berpesan kepada masyarakat Indonesia khususnya para orang tua yang memiliki anak penyandang difabilitas, berikan kebebasan kepada mereka untuk mengenal jati diri mereka masing-masing dengan mengetahui potensi yang mereka miliki. Karena kalau mereka tidak diberikan motivasi, mereka akan semakin terpuruk dan merasa dirinya lemah.

  • Widi – Atlet Angkat Berat

Ni Nengah Widiasih merupakan salah satu atlet Paralympic Indonesia yang berasal dari Bali dan mendalami cabang olah raga angkat berat. Widi mulai menggemari angkat berat ini dari SD karena terinsipirasi dari kakak dan temannya. Hingga akhirnya Widi dilatih untuk mengikuti kejuaraan nasional dan mendapatkan mendali emas. Widi juga sempat mengikuti platnas dan mengikuti kejuaraan-kejuaraan di luar negeri hingga saat ini.

Widi mulai menganggap bahwa atlet angkat berat ini adalah passionnya ketika masuk ke jenjang SMP. Dia merasa bahwa jati dirinya memang ada pada angkat berat ini. Motivasi terbesar dalam dirinya pun berasal dari atlet-atlet luar negeri yang dengan keterbatasan seperti dirinya, bisa mampu menjadi juara dunia. Widi pun termotivasi suatu saat nanti dia bisa seperti mereka, menjadi juara dunia. Widi juga tidak pernah membuat hambatan dalam dirinya untuk berhenti berjuang, tetapi malah membuat hambatan tersebut motivasi dirinya untuk terus berkambang. Asalkan tidka ada kata menyerah dalam hidup, pasti semua akan bisa terlampaui.

Widi juga berharap masyarakat Indonesia lebih mengenal atlet-atlet difabel Indoensia melalui kejuaraan Asian Paragames 2018 ini. Sehingga dengan mengenal perjuangan para atlet difabel ini, masyarakat bisa ikut serta mensupport para atlet untuk terus berjuang hingga ke jenjang selanjutnya.

  • Danu – Wheelchair Basketball Indonesia

Tim basket kursi roda Indonesia terdiri dari 12 orang yang meliputi Donald sebagai kapten, Kasep, Idrus, Esa, Johan, Ngurah, Qomang, Arifin, Yoko, Yuli, dan Danu. Danu merupakan salah satu tim basket kursi roda Indonesia yang berasal dari Yogyakarta. Danu be rgabung dengan tim ini pada bulan Januari 2018 silam. Danu diundang untuk mengikuti seleksi tim wheelchair basketball Indonesia ini yang nantinya akan maju ke Asian Paragames 2018.

Dahulunya Danu ini juga atlet racing dan juga Badminton Wheelchair. Dukungan dari keluarga dan teman membuat Danu semakin termotivasi untuk membuktikan bahwa penyandang disabilitas juga bisa berprestasi. Apalagi di daerah tempat tinggal Danu ini masih banyak orang-orang disabilitas yang sembunyi dan malu untuk tampil di masyarakat. Harapannya mereka bisa terinspirasi dari apa yang Danu lakukan sampai bisa seperti saat ini.

Danu juga berpesan kepada teman-teman yang menyandang disabilitas untuk terus semangat, bangkit, dan buktikan ke orang-orang disekitar kalian seperti keluarga dan teman-teman bahwa kalian bisa menjadi lebih dari apa yang orang pikirkan. Kuncinya adalah tetap percaya diri pada potensi yang kita miliki. Danu berpesan kepada masyarakat umum untuk memberikan mereka waktu dan beri mereka tempat agar mereka bisa membuktikan bahwa mereka itu bisa berprestasi dan memiliki kelebihan dibalik kekurangan kami.

Nah, itu tadi beberapa atlet Paralympic Indonesia yang akan berjuang dalam perlombaan Asian Paragames 2018 nanti. Kita doakan semoga perjuangan mereka membuahkan hasil dan mendapatkan penghargaan yang semestinya. Semoga semakin banyak teman-teman disibilitas yang punya semangat tinggi untuk melawan kekurangannya dan menjadikannya kelebihan dalam dirinya. Sekian dari Overloops, semoga bermanfaat untuk kita semua.

RECENT POSTS

    Leave a comment