June 29, 2018

Menentukan Harga Jasa Photography dan Videography

Akhir-akhir ini semakin banyak orang yang berprofesi dengan jasa foto dan videography. Hal ini ditambah dengan semakin banyaknya kebutuhan akan dokumentasi foto dan video untuk kepentingan komersil, pribadi, atau bahkan untuk memenuhi kebutuhan social media saat ini. Profesi foto dan videography menjadi semakin menjamur. Tidak hanya dikalangan professional saja, namun sekarang bidang jasa foto dan video ini seakan menjadi kebutuhan wajib untuk dipelajari bagi orang-orang yang ingin tampil eksis di social media. Akan tetapi dengan maraknya orang yang berkecimpung di dunia foto dan videography membuat industry foto video semakin lama semakin mengkhawatirkan karena banyak pemain-pemain baru yang masih kurang paham memberikan harga dari jasa foto video itu sendiri. Semakin banyaknya profesi ini membuat orang-orang yang ingin menghire photographer atau videographer memandang profesi ini sebagai profesi yang hanya untuk senang-senang.

Padahal dunia photography adalah bidang jasa yang serius dan membutuhkan banyak keterampilan juga skill yang tidak bisa dipandang sebelah mata, apalagi hanya dipandang asal-asalan saja. Untuk itu pada artikel kali ini, Overloops sebagai jasa photo videography professional ingin memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana sepatutnya memberikan pricing atau harga untuk jasa foto maupun video yang ideal. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan harga jasa foto video tidak hanya melulu tentang tenaga saja, tetapi ada beberapa variable lain yang perlu diperhatikan untuk memberikan harga dasar pokok minimal sebuah jasa foto dan video.

Pertama adalah sewa alat. Sewa dasar alat ini merupakan harga patokan standar yang bisa dijadikan acuan para pemain foto dan videography untuk memberikan dasar harga. Karena kesepakatan harga dasar alat ini biasanya berlaku secara lokal dimana rental-rental kamera memberikan harga dasar pokok minimalnya untuk sewa perlengkapan seperti lensa dan kamera dengan hitungan harian, setengah hari, bahkan paket satu minggu. Harga dasar perlengkapan ini lah yang bisa menjadi acuan dasar standar jasa foto dan videography untuk menentukan upah minimal.

Kedua yang perlu kita perhatikan adalah harga jasa. Harga jasa dari foto video sendiri sebenarnya tidak bisa diberikan ukuran yang jelas karena memang kemampuan dari photographer satu dengan lainnya yang berbeda-beda. Factor-faktor yang mempengaruhi biasanya berupa pengalaman dari photographer itu sendiri, tingkat pendidikan maupun portofolio atau prestasi yang sudah didapatkan dari perorangan tersebut. Harga satuan jasa foto video akan sangat berfariasi antara seorang freelancer maupun pekerja perusahaan.

Biasanya para freelancer mematok harga lebih murah dari perusahaan. Namun dari segi kualitas, kebanyakan perusahaan lebih unggul karena didukung oleh resource dan sumber daya yang lebih mumpuni. Karena proses dari creative perorangan di banding dengan satu kelompok sudah dipastikan akan berbeda dari jaminan kualitas itu sendiri. Apalagi jika menyangkut akan keamanan, trust dan kepercayaan dari konsumen untuk membebankan sebuah moment-moment yang penting seperti dokumentasi pernikahan dan sebagainya dimana setiap perusahaan pasti memiliki flow aturan yang lebih jelas. Harga jasa photography ini bervariasi antar kota satu dengan kota lainnya. Biasanya untuk kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta lebih mahal dibandingkan dengan kota-kota kecil.

Ketiga, proses creative juga menjadi salah satu poin yang harus kita perhatikan. Kebanyakan dari jasa foto video hanya membebankan biaya foto dan video hanya berdasarkan sewa alat dan jasa saja. Padahal untuk sebuah project pembuatan foto video yang serius, itu dibutuhkan proses creative sebelum produksi yang biasa disebut dengan pre production. Meliputi survey, riset, pembuatan shot list untuk photography dan videography, pembuatan storyboard untuk videography, treatment, dsb. Proses inilah yang seringkali dilupakan. Padahal setiap proses alangkah baiknya juga diberikan jasa karena waktu dan tenaga yang kita keluarkan.

Bahkan hal-hal kecil seperti meeting juga sebaiknya dimasukkan ke dalam variable ketika memberikan penawaran ke client atas effort kita untuk meluangkan waktu dan tenaga kita ketika ada pertemuan-pertemuan yang dilakukan sebelum acara. Semakin intense, semakin banyak, semakin lama pertemuannya, maka biayanya akan semakin banyak yang dilakukan ketika pre production. Apalagi jika diperlukan survey-survey di lokasi yang tentunya juga membutuhkan biaya.

Berikutnya adalah post production. Proses editing baik foto maupun video pastinya juga membutuhkan biaya. Biasanya proses editing ini sangat riskan karena waktu yang dibutuhkan itu melebihi dari proses produksi itu sendiri. Kadangkala produksi hanya berlangsung 1 hari, sedangkan proses editing bisa mencapai satu minggu karena banyaknya permintaan dan revisi dari client. Tarif patokan dasar dari editing ini biasanya diiringi dengan Memory of Understanding (MoU) yang menyatakan berapa kali maksimum revisi dsb.

Nah, kita bisa menjamin kualitas jasa editing kita dengan memberikan harga lebih dengan asumsi editing bisa berlangsung lebih lama dari dugaan. Perlengkapan-perlengkapan yang kita gunakan untuk editing seperti sewa komputer dan internet, itu juga harus dijadikan pertimbangan. Transfer foto hanya membutuhkan bandwidth yang kecil, sedangkan transfer video membutuhkan bandwidth yang besar. Seringkali kita membutuhkan koneksi yang bukan unlimited hanya untuk transfer video ke client.

Kemudian ketika editing ada variable lagi yang menyangkut tentang hak cipta. Kebanyakan orang dengan jasa video yang membutuhkan music, kurang memperhatikan factor ini. Terkadang music hanya mengambil seenaknya saja tanpa memperhatikan license music itu sendiri. Padahal music disini akan lebih aman ketika orang-orang mendapatkannya dengan cara membeli dari situs Royalty Free. Begitu pula dengan foto-foto commercial, biasanya membutuhkan background di Royalty Free. Harganya pun relative mahal karena situs penjual foto biasanya berasal dari luar negeri. Untuk 5 kali download harga yang dipatok bisa mencapai $50 karena harga 1 foto ini sekitar $10 per foto. Bisa dibayangkan bagaimana industry creative yang memang seharusnya mahal.

Terakhir yang harus kita tahu adalah metode transfer file. Ketika project telah selesai, beberapa client ingin mendapatkan file aslinya dan terkadang ingin diberikan dalam bentuk-bentuk tertentu. Beberapa pertimbangan seperti album, CD/DVD, flashdisk, atau hardisk pun harus dipertimbangkan sejak awal sehingga tidak ada biaya-biaya tambahan. Karena biasanya jika tidak dipertimbangkan sejak awal, kemudian dibutuhkan sedangkan proses pengadaan yang hubungannya business to business akan susah mengajukan proposal baru. Hal seperti ini jika tidak diantisipasi maka akan ada biaya-biaya tak terduga yang muncul dari pihak kita.

Oke, itu tadi beberapa tips untuk menentukan harga jasa foto dan video. Untuk inspirasi teman-teman bisa langsung saja melihat price list yang telah kita buat dengan variable yang telah kita pertimbangkan dan bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk membuat price list ketika ingin menghire jasa photo dan video.

RECENT POSTS

    Leave a comment