March 20, 2019

Mengenal Perspektif / Angle Memotret

Dalam dunia fotografi terdapat berbagai macam aspek, mulai dari aksesoris, alat, lokasi, dan lainnya. Di dunia fotografi juga tidak bisa lepas dari penggunaan trik atau teknik-teknik dan alat pendukung untuk menghasilkan gambar yang memuaskan. Dalam proses pemotretan, kita perlu untuk melakukan teknik foto yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi dan spesifikasi masing-masing alat yang digunakan.

Perspektif dalam dunia fotografi dijelaskan sebagai suatu perubahan bentuk, ukuran, dan kedalaman bidang yang relatif akibat perbedaan cara pandang antara objek dan juga kamera. Perbedaan yang terjadi disebabkan adanya pergeseran posisi dalam melihat sesuatu dari sudut pandang, jarak, dan ketinggian yang berbeda. Tujuan memberikaan perspektif dalam fotografi tak lain untuk memberikan dimensi ruang foto yang berbeda. Perspektif dalam fotografi fikategorikan menjadi tiga bagian yaitu Linear perspektif, Perspektif atau titik, Perpekstif dua titik, dan Perspektif tiga titik.

Linear perspektif merupakan suatu garis yang membentuk kedalam menuju satu titik. Sedangkan perspektif satu titik, terjadi ketika garis tampil mengerucut pada satu titik dalam pandangan mata. Perspektif dua titik terjadi ketika mata dihadapkan dengan kubus datar yang garis vertikal dan horizontalnya paralel terhadap ujung gambar. Perspektif tiga titik adalah garis yang mengerah kovergen pada dua titik ditambah satu titik yang terletak di bawah atau diatas pandangan mata.

Angle dalam dunia fotografi diartikan sebagai sudut pengambilan foto yang menekankan posisi kamera pada situasi tertentu dalam membidik objek. Ada lima angle yang paling sering digunakan dalam fotografi, yaitu:

Eye Level

Pada sudut pandanng ini lensa kamera berada pada posisi sejajar dengan tinggi objek yang hendak difoto. Kamera berada pada arah dan posisi seolah memandang objek yang akan dipotret. Sudut pandang ini biasanya digunakan untuk memotret objek manusia dan kegiatannya atau biasanya dikenal dengan human interest.

Low Angle

Sudut low angle memposisikan kamera lebih rendah dari objek yang akan difoto. Pilihan sudut ini banyak digunakan untuk memotret cityscape, seperti foto arsitektur gedung atau gedung-gedung pencakar langit. Angle ini juga menciptakan kesan yang elegan, mewah, dan kuat.

High Angle

High angle sering digunakan untuk mengambil gambar gunan mendapatkan kesan yang luas. Kamera berada pada posisi lebih tinggi dari objek, sehingga memberi kesan kecil dari objek yang difoto. Dengan begitu, kita dapat menangkap elemen-elemen pendukung lainnya ke dalam frame. Biasanya angle ini juga digunakan untuk memotret pemandangan atau yang lebih dikenal dengan istilah landscape.

Bird Eye View

Seperti namanya, ketika kita mengambil gamabr dengan angle ini maka akan menghasilkan gambar atau foto seperti yang dilihat oleh seekor burung. Foto yang dihasilkan akan terkesan luas karena foto diambil dari titik yang terletak diketinggian. Posisi objek terletak di bawah atau lebih rendah dari posisi kita berdiri. Pengambilan gambar dengan angle ini biasanya digunakan pada kamera action pada drone.

Frog Eye Level

Sedangkan untuk frog eye view, pada angle ini posisi kamera disejajarkan dengan tanah. Angle ini sering digunakan untuk memotret objek yang posisinya di atas tanah. Bahkan, tak jarang untuk memotret dengan sudut pandang seperti ini fotografer harus sejajar dengan tanah untuk menghasilkan foto yang lebih maksimal.

Ok, itu tadi sedikit pembahasan dari kita tentang angle memotret. Buat temen-temen yang penasaran dengan hasil karya dari tim Overloops lainnya, temen-temen juga bisa lihat portofolio kami di akun instagram @overloops maupun Fans Page Facebook Overloops atau bisa juga melihat di Channel Youtube Overloops dan jangan lupa subscribe yaa.. Selamat mencoba!

RECENT POSTS

    Leave a comment