Baru-baru ini Overloops sedang membuat review produk baru dari Sony yang memiliki body hampir sama dengan action cam. Series Sony kali ini diberi nama Sony RX0. Overloops cukup penasaran dengan fitur dan kemampuan yang dimiliki kamera mungil ini. Selain karena memang bentuknya yang ringkas, kecil, terlihat elegan, dan tentunya terlihat sangat keren. Tentunya sebagai pengguna sony yang sudah cukup puas dengan kamera-kameranya, bahan kamera jenis baru ini cukup menarik untuk dijadikan complement system. Seperti banyak dugaan dari orang-orang, munculnya Sony RX0 ini merupakan bentuk usaha Sony untuk meramaikan pasar action cam untuk mengungguli kamera action cam yang laris seperti Gopro dan Xiaomi. Sebuah trobosan dari seri Sony action cam dalam bentuk yang mungkin sedikit kurang diminati oleh para pengguna. Tapi faktanya meskipun sony RX0 ini bentuknya mirip seperti action cam, kamera ini tidak cocok untuk digunakan dengan fungsi dan fitur yang sama seperti kamera Gopro, Xiaomi, atau kamera Sony action cam itu sendiri.

Pertama dan yang paling terasa adalah dari focal length nya. Kamera ini dibekali dengan lensa dengan focal length 24 mm. berbeda dari kebanyakan action cam yang dilengkapi dengan lensa 14 mm untuk mencakup gambar yang luas. Efeknya adalah kamera ini akan kurang cocok digunakan untuk point of view atau angel-angel yang extreme. Dengan action cam, kita biasa meletakkan di angel-angel khusus seperti di helm, di topi, di tas, atau bahkan ditempat-tempat yang tidak biasa. Apalagi untuk merekam extreme sport seperti kegiatan mountain biking dengan focal length yang lebar dan cenderung fish eye, itu biasa cocok digunakan di helm, di dada, frame sepeda, dan angel-angel extreme lainnya.

Tentunya dengan focal length yang tergolong ukuran wide dan bukan super wide 24 mm, tentunya akan susah untuk mendapatkan gambar dengan angel-angel yang extreme. Karena dengan jarak dekat kita akan susah untuk mendapatkan gambar yang mencakup banyak informasi. Belum lagi dengan focal length yang hanya wide, ketika kamera digunakan atau dimounting dengan objek yang bergerak dengan tema extreme sport, dengan focal length yang lebih sempit akan terlihat lebih shaky dan mengurangi kenyamanan dari menonton video itu sendiri.

Sebenarnya hal tersebut bisa diakali dengan image stabilization baik yang terdapat pada sensor maupun in processing nya. Sayangnya, Sony RX0 ini tidak dilengkapi dengan image stabilization. Dengan tidak adanya fitur ini, banyak orang yang tidak prefer apalagi kamera ini tidak memiliki focal length yang lebar seperti kamera Gopro dan Xiaomi yang cocok untuk aktifitas video vloging. Padahal sebenarnya dalam segi kualitas gambar, hasil dari Sony RX0 ini sudah tidak diragukan lagi.

Nah, jadi untuk apa dan untuk siapa sih kamera RX0 ini? Sebelum kita menyimpulkan, mari kita simak fitur-fitur unggulannya terlebih dahulu. Brand sebesar Sony pastinya tidak akan main-main dalam mengeluarkan produk terbarunya. Dalam segi pemasarannya pun sony sama sekali tidak menunjukkan fungsi kamera ini digunakan untuk action cam atau vlogging. Justru Sony menampilkan sebuah adegan video yang cukup canggih dengan melibatkan penari ballet dan acrobatic.

Dulu pertama kali Overloops membuat video MTB atau Motor sport, kita sering kali menggunakan action cam karena masih latah dengan angel atau view super widenya yang memiliki resolusi full HD di 60 fps. Namun akhir-akhir ini kita sudah tidak pernah lagi menggunakan action cam lagi untuk produksi karena kualitas gambar yang memang kurang bagus, suara yang sangat kecil, dan view yang sangat lebar sehingga tidak terlalu nyaman untuk ditonton. Juga memaksa kamera seperti Gopro atau action cam lainnya untuk mendapatkan view yang normal dalam artian tidak distorsi, akan sangat membebankan kualitas gambar karena kita harus ngecrop gambar tersebut sedimikian rupa.

Nah, Sony RX0 ini mengakomodir focal length yang normal tersebut. Sony RX0 menggunakan focal length yang sama ketika kita menggunakan sony A7 dan dilengkapi dengan lensa 24-70 atau lensa 17-40 yang semua bisa di set di focal 24 mm. Masalah kualitas gambar, kamera RX0 ini tidak bisa diragukan lagi karena Sony mengklaim bahwa Sony RX0 ini menggunakan sensor yang sama dengan Sony RX 100 Mark V, kamera pocket yang sangat popular untuk Sony. Lebih gila lagi kamera pocket sekecil ini sudah dilengkapi dengan fitur-fitur dalam Sony untuk produksi video, seperti public speaking dan juga picture profile. Kamera sony RX0 ini sudah dilengkapi dengan profile picture 7 atau orang biasa menyebutnya S Lock.

Untuk para videographer sudah terbiasa dengan fiture S lock, tentunya ini akan sangat membantu dalam konsistensi warna dan gambar yang diproduksi oleh multi camera. Dengan kata lain kita bisa mendapatkan kualitas gambar yang setara dengan Sony RX100 Mark V atau sama dengan Sony A7 tapi dalam bentuk body kamera yang kecil. Moreover, dari segi fitur kamera, bahkan Sony RX0 ini bisa mengalahkan kamera Sony seri full frame Mirrorles. Kalau kamera Sony A7S dan A7S Mark II hanya mampu merekam gambar high frame rate sampai 120 fps, kamera ini memiliki high frame rate mulai dari 120 fps pada ukuran full HD. Berbeda dari kamera Sony A7S yang merekam 120 fps pada ukuran 720p, kamera ini juga bisa merekam pada frame rate 240 fps, 500 fps, bahkan 1000 fps. Fitur yang sama dengan kamera RX100 Mark V, tapi tentunya dengan ukuran yang jauh lebih kecil.

Memiliki focal length yang tidak distorsi dengan kualitas gambar yang tentunya cukup bagus bahkan melebihi action cam pada umunya dan keleluasaan untuk mengatur picture style untuk kepentingan post production, kamera ini tentunya lebih cocok untuk dikatakan sebgai kamera production dibandingkan untuk sekedar action cam. Hal ini diperkuat dengan Sony menambahkan beberapa slot-slot untuk kepentingan produksi seperti slot SDMI, menambah external monitor, dan juga menambahkan audio 3.5 mm untuk microphone. Kamera ini lebih berat seperti kamera produksi yang tidak main-main.

Untuk penggunaanya sendiri, kita lebih prefer untuk memadukan kamera Sony RX0 dengan kamera Sony A7S. Dengan posisi kamera yang di mounting seperti ini kita berusaha untuk mendapatkan 2 gambar dari vocal length yang berbeda tetapi dengan kualitas dan warna yang sama. Perpaduan yang cocok dengan kombinasi A7S yang dipasangkan dengan lensa tele dan Sony RX0 untuk merekam widenya. Bisa juga perpaduan antara Sony a7s dengan lensa ultra wide seperti 14 mm dan lensa Sony RX0 untuk merekam wide yang normalnya atau kedua kamera digunakan untuk merekam slow motion, hanya saja dengan focal length yang berbeda.

Bahkan untuk merekam slow motion dengan frame rate, RX0 ini jauh lebih lambat. Because you know, everything looks better in slow motion. Untuk dipadukan dengan kamera stabilizer pun, kamera ini bisa nangkring cantik di atas kamera. Sekali movement, kita bisa dapat 2 gambar sekaligus. Tidak hanya sebagai secondary kamera saja, kamera ini juga sebenarnya masih bisa diandalkan untuk angel-angel yang extreme.

Digunakan untuk kepentingan dan posisi yang sama seperti yang digunakan di action cam, dengan treatment yang berbeda kamera ini bisa digunakan untuk produksi film dari sudut pengambilan gambar yang tidak biasa. Karena bentuknya yang kecil, kamera ini bisa menjangkau area-area yang sulit dijangkau. Hanya tinggal menambahkan beberapa mounting. Sony tidak secara spesifik memberikan banyak pilihan mounting untuk kamera ini, tapi kita masih bisa menambahkan mounting-mounting bawaan Gopro. Seperti meletakkannya di suction cup, adhesive, Jaws Flex dan lain-lain.

Nah, itu tadi merupakan penilaian kita untuk fitur-fitur Sony RX0 yang kita tahu berdasarkan pengalaman secara langsung dengan mengaplikasikannya di lapangan. untuk melihat seperti apa hasil dari kamera Sony RX0 ini? Tunggu video review kita di Channel Youtube Overloops yaaa.. Pastikan subscribe dan aktifkan tombol notifikasi untuk mendapatkan info ketika videonya release, dan kita tunggu pendapat teman-teman dan rencana apa ketika teman-teman akan menggunakan sony RX0 ini.

RECENT POSTS

    Leave a comment