July 9, 2018

Sesi Foto MTB Menggunakan Teknik HSS dan Smoke Gun

Overloops sebagai jasa foto dan videography yang sudah sering membuat sebuah karya foto dan video Moutain Bikin. Kami terus mencoba untuk membuat sebuah karya-karya baru yang fresh dan belum pernah kita lakukan sebelumnya untuk memberi semangat sendiri. Selain menambah portofolio, kita sekaligus sebagai excitement sendiri dalam berkarya dan berkolaborasi bersama komunitas. Pada kali ini kita bersama komunitas Jogja Happy Bikers 27.

Konsep sesi foto pada kali ini adalah menggunakan High Speed Synchronization, dimana kita akan menggunakan beberapa flash portable yang memiliki power yang tinggi dan juga fitur HSS, dimana nanti bisa menangkap objek yang cepat dengan Shutterspeed yang tinggi. Kedua kita akan menggunakan power smoke gun yang akan memberikan efek asap berwarna-warni. Dari kedua konsep tersebut bisa dibayangkan akan mendapatkan hasil foto yang menarik apalagi dikombinasikan dengan aksi-aksi rider Jogja Happy Bikers yang tentunya akan memberikan tantangan tersendiri dalam sesi foto kali ini. Kita tidak hanya menangkap objek dengan tepat dan cepat, tetapi juga mengatur sedemikian rupa supaya smoke dan objeknya bisa klop dan ter-bland dengan baik.

Dari tim Overloops sendiri kita berangkat full team, terdiri dari lima orang dan kita membawa beberapa kamera Sony A7 Mark II dengan lensa 16-35 mm sebagai lensa utama, dan juga lensa 135 mm sebagai lensa yang kedua. Kita menggunakan beberapa kamera untuk merekam behind the scene seperti Sony A7S dan juga Zhiyun Crane untuk stabilizernya. Kita juga menggunakan Sony RX100 Mark V untuk merekam BTS dengan menggunakan metode Slow Motion.

Tim JHB sendiri membawa kurang lebih enam riders yang terdiri dari Anung Etanto, Wendi Endra, Arya Bagus, Rangga, Ulin, dan Nurwasito. Selain riders ada juga Lustio Wibisono yang akan memotret juga dalam sesi kali ini. Beliau bersama dengan istrinya Ratna Widyaningsih yang juga seorang rider perempuan dari Jogja Happy Biker 27. Sesi foto awal dimulai di lapangan Turgo, waktu itu cahaya matahari terik dan bersinar sangat bagus. maka sebelum kita turun ke track, kita berinisiatif untuk membuat sebuah sesi foto team yang menggunakan dua lokasi. Pada sesi foto pertama, Tim Overloops menggabungkan flash kita dengan flash milik Mas Lustio.

Kita menggunakan flash AD 600 B yang di support oleh Ray Digital Yogyakarta. Kita juga menggunakan flash seri AD 360 Mark II dan juga V860 yang semuanya menggunakan flash Godox. Pada sesi foto pertama kita menggunakan kurang lebih 2 buah flash AD600, 1 buah flash AD 360, dan 2 buah flash V860 untuk memberikan cahaya pada 5 orang yang berfoto sekaligus. Dengan konfigurasi foto orang banyak seperti ini, bisa didapatkan foto yang over power matahari. Dengan flash sebanyak ini sudah cukup untuk melawan cahaya matahari sehingga kita bisa mendapatkan foto dengan dynamical yang tinggi dan kita bisa memberikan efek fill in pada shadow meskipun matahari sangat terik pada waktu itu.

Kemudian sesi foto kedua kita menggunakan konsep Smoke Gun trial untuk pertama kali. Kita masih memotret team dengan formasi sedemikian rupa dan memilih tempat di bangunan kecil area lapangan sebagai background untuk memberikan efek sedikit mistis, didukung oleh satu batang smoke gun yang nanti akan disulut dan dialiri di sekitar model. Konsep ini kemudian kita jadikan sebagai konsep foto team pertama yang menggunakan smoke gun dan beberapa flash. Masih menggunakan flash yang sama dengan konfigurasi flash di depan sebagai main light AD600 dan 1 rim light utama AD600 juga dibelakang. Beberapa flash juga diletakkan di belakang dekat bangunan untuk memberikan efek surealis dan efek cahaya di bangunan. Kita juga menempatkan gel berwarna merah untuk mendukung warna tone dari smoke gun berwarna merah. Jadilah hasil foto yang kedua untuk foto team dengan tema semi mistis dengan menggunakan smoke gun.

Setelah selesai foto team, kita menuju lokasi foto inti, yaitu di area table top di Bambooland dimana table top sendiri adalah launcher untuk jumping. Sebuah obstacle yang bisa dimanfaatkan oleh rider untuk melakukan aksi jamping dengan tinggi karena launcher dan receiver mempunyai jarak cukup panjang. Pada kesempatan ini, Overloops dan mas Lustio menggunakan flash masing-masing karena kita menggunakan timing yang sama sehingga tidak memungkinkan untuk menggabungkan flash. Sehingga tim Overloops sendiri menggunakan 3 lighting, 1 buah lighting AD600 ditempatkan di depan, kemudian 1 AD600 sebagai rim light yang diberikan gel berwanra biru, kemudian flash V860 untuk memberikan fill in yang memberikan pencahayaan pada smoke nantinya.

Sampailah kita di sesi pemotretan. Dengan setingan kamera 1/1600, ISO 320, dan diafragma 8, kita mendapatkan settingan yang cukup gelap dan mengisolasi objek sehingga bagian backgroundnya tidak tampak. Hal ini didukung dengan fitir HSS yang bisa meredupkan ambient dan sangat didukung dengan suasana Bambooland yang cukup rindang dikelilingi bamboo, sehingga cahaya belakangnya bisa terisolasi dengan baik. Tentunya hal itu bisa mendukung ketika kita menggunakan smoke gun. Sehingga warna dari smoke gun ini bisa lebih pop up atau muncul dengan background berwarna gelap atau bahkan hampir hitam.

Kita melakukan beberapa sesi dengan teknik smoke yang berbeda-beda dan ternyata memotret dengan menggunakan smoke tidak semudah yang kita bayangkan. Karena arah smoke ini sangat bergantung pada arah mata angin. Jadi ketika foto sedang berlangsung dan smoke-nya mengarah ke kita photographer, maka smoke akan terlalu tebal sehingga fotonya tidak tampak bagus. Berikutnya timing yang bagus ditentukan oleh seberapa padat smoke yang menggumpal. Ketika smokenya sudah mulai merata, maka akan menjadi seperti kabut dan objeknya tidak terlihat jelas. Tapi ketika smokenya masih berkumpul dibelakang, kemudian reader melompat melewati smoke, akan memberikan foto yang bagus. Berikut beberapa foto terbaik yang berhasil kita tangkap.

Terakhir kita memanfaatkan sisa smoke untuk menangkap rider yang beraksi di area berm atau belokan. Kita masih menggunakan konsep yang sama dan smoke diletakkan di belakang untuk mengurangi tertutupnya objek ketika sesi foto tersebut. Jadi kesimpulannya, ada beberapa tips yang bisa kita sampaikan kepada temen-temen ketika memotret dengan smoke. Pertama usahakan menggunakan background yang gelap maupun suasana ruangan yang gelap karena itu akan mendukung untuk memberikan efek smoke yang lebih terasa, lebih tampak, dan kedua jika tidak memungkinkan hasil foto mungkin bsia dilakukan dimalam hari untuk memberikan efek yang lebih nyata. Tetapi pastinya harus dilengkapi dengan continues light untuk fill in cahaya. Kemudian berikutnya adalah smoke memberi efek yang tidak terduga dengan angin yang tidak terduga, jadi alangkah lebih aman jika bisa menempatkan smoke di belakang, sehingga mengurangi potensi menyebarnya smoke yang terlalu pekat di depan objek yang menyebabkan objek tidak terlihat. Penggunaan smoke memiliki warna-warna tertentu, untuk menghindari warna yang terlalu norak atau terlalu menabrak, alangkah lebih baiknya untuk memilih warna smoke yang sesuai dengan warna overall dari objek atau bahkan kostum dari objek itu sendiri. Nah, beberapa dari foto kita antara smoke dan objeknya sangat bland sehingga bisa memberikan efek yang sangat bagus.

Sekian tips foto yang bisa kita lakukan pada sesi foto kemarin, semoga bermanfaat buat temen-temen yang ingin mencoba memotret dengan smoke gun. Untuk tips-tips lainnya seputar photo dan videography, bisa teman-teman lihat di website Overloops. Sedangkan untuk video BTS bisa kalian lihat di Channel Youtube Overloops, dan tunggu tips kita berikutnya yaaa..

RECENT POSTS

    Leave a comment