October 3, 2018

Sesi Pemotretan Fruit Splash Water

Fruit water splash merupakan salah satu teknik photography dimana buah dilemparkan ke dalam air dan splash dari buah tersebut kita ambil fotonya. Nah, karena Overloops memang sering bereksperimen dalam mencoba hal-hal yang baru dalam bidang photography, kita juga mencoba teknik splash water ini untuk memotret buah. Cukup sulit untuk mendapatkan percikan air yang sempurna, sehingga harus dilakukan percobaan berulang kali. Tantangannya disini adalah kita harus bisa mendapatkan gambar freeze buah ketika masuk ke dalam air dengan percikan yang sempurna. Seperti apa teknik yang kita lakukan untuk photography kali ini? Akan kita bahas di postingan kali ini ya..

Untuk sesi pemotretan kali ini, alat-alat yang kita gunakan Sony A7 Mark II dan lensa 100 mm. Kita juga menggunakan 2 flash Godox V860 dan Godox AD360 Mark II yang diletakkan di kanan dan di kiri objek. Sedangkan untuk objek, kita menggunakan akuarium kubus yang diisi air sekitar ¾ ruang kubus. Kita juga menggunakan background hitam yang dipasang di belakang akuarium. Perlu diketahui, untuk photography splash water dark background ini dibutuhkan ruangan yang gelap untuk hasil yang maksimal. Buah-buahan yang digunakan juga buah yang berarna cerah seperti apel hijau, apel merah, strawberry, pir, jeruk, dan juga lemon.

Nah, letak flash ini kita sejajarkan dengan tingginya air. Sehingga nanti yang tersinari oleh flash adalah bagian splash dan buah ketika masuk ke air. Karena cipratan air ini nantinya pasti akan keluar akuarium, kita harus mengantisipasi kemungkinan buruk flash dan kamera terkena cipratan air tersebut. Oleh karenanya kita membungkus kedua flash dengan plastik bening agar cahaya dari flash pun tidak terpengaruh oleh bungkus tersebut. Sedangkan untuk kamera kita juga membungkusnya dengan plastik yang dilubangi bagian lensanya. Kamera ini juga kita letakkan tepat di depan akuarium dan sejajar dengan tingginya air.

Untuk mendapatkan gambar freeze yang pas pada fruit splash ini, kita mencoba-coba berbagai settingan antara kamera dan flash agar didapatkan hasil yang sempurna. Percobaan pertama kita mencoba settingan shutterspeed 1/200, ISO 100, dan f.8, hasilnya kita bisa mendapatkan freeze buah ketika masuk ke air, tetapi ketika di zoom, buah terlihat blur dan tidak fokus. Sehingga foto yang dihasilkan itu kurang detail. Pada percobaan kedua, kita menggunakan settingan shutterspeed 1/1000, f.8 dan ISO 100 dengan flash menyesuaikan kondisi. Namun foto yang dihasilkan pun masih kurang fokus. Akhirnya di percobaan ketiga, kita menggunakan shutterspeed maksimal 1/4000 dengan f.16 dan ISO 100. Kita mendapatkan kendala dalam hal ini, karena cahaya yang masuk sangat sedikit, kita harus nge-push power flash. Seperti ¼, ½, 1/8, maupun 1/1 yang disesuaikan dengan kondisi ruangan saat itu.

Setelah mencoba tiga kali, akhirnya percobaan ketiga ini bisa didapatkan splash yang bagus, gambar yang detail, dan pencahayaan yang bagus pula. Hanya saja kita juga harus mengetahui timing yang pas untuk memotret splash ini. Ini bisa menjadi kendala untuk kita ketika memencet shutter yang tidak bersamaan dengan buah yang jatuh ke air. Sehingga kita harus mencobanya berkali-kali untuk mendapatkan timing yang pas dan kapan kita harus memencet shutter tersebut. Kemudian untuk mendapatkan foto yang bagus, kita juga harus selalu mengecek apakah air di dalam akuarium sudah kotor atau belum dan jangan membiarkan bekas percikan air masih ada di akuarium. Karena kita menggunakan f yang besar, detil-detil kotoran yang menempel di akuarium ini pun bisa masuk ke framing. Sehingga harus selalu dibersihkan.

Nah, itu tadi cerita pengalaman Tim Overloops dalam bereksperimen membuat photography splash water dengan objek buah. Semoga tips yang kita bagikan untuk temen-temen bisa berguna dan selamat mencobaa..

RECENT POSTS

    Leave a comment