Kalau di artikel sebelumnya kita bercerita mengenai Opening Top Coder 2017, kali ini kita akan menceritakan pengalaman kita dalam mendokumentasikan event internasional Top Coder 2017. Event tahunan yang digelar di Buffalo, America ini telah sampai pada tahap akhir untuk menentukan siapa pemenang dari event tahunan ini. Final TCO dilakukan selama 3 hari dan didokumentasikan oleh tim kami sebanyak 2 orang saja. Kami mendokumentasikan acara final ini yang terdiri dari beberapa track. Dengan track yang berbeda-beda tersebut, TCO menggelar 2 kompetisi track yang berbeda namun dalam 1 waktu. Karena Tim Overloops hanya terdiri dari 2 orang saja, kami membagi tugas di kedua track tersebut.

Videographer kami yang pertama, Cendika bertugas untuk merekam acara menggunakan Zhyun Crane versi 2 untuk moving camera, yang dipasangkan dengan kamera A7S dan lensa 14 mm untuk mendapatkan gambar wide dari acara tersebut. Cendika juga menggunakan mode High Frame Rate 120 fps untuk membuat point of close untuk mengambil gambar dari 2 angel sekaligus, yaitu wide angel dan medium angel.

Videographer kedua kami, Ferita bertugas untuk merekam menggunakan kamera A7 Mark II yang dilengkapi in body image stabilization. Ferita menggunkan lensa 85 mm untuk merekam hal-hal yang sifatnya close dan bokeh. Kamera ini dipasangkan dengan Microphone Rode VideoMic Pro Compact Shotgun. Menggunakan microphone ini, kita bisa mendapatkan suara di directional dan karena dilengkapi menggunakan lensa tele kita bisa merekam gambar yang berada tepat di depan kita.

Selain menggunakan 2 kamera tersebut, Tim Overloops juga men-setup mini studio di lokasi perlombaan ini. Kami ingin membuat sebuah video yang berbeda dari yang lain, kami ingin mendesign video ini secara inovatif dan kreatif, dan yang paling utama adalah kami ingin membuat sebuah video yang belum perna ada selama Top Coder berlangsung. Dengan menggunakan tema gelap, kami memasang lighting yang kami bawa dari Indonesia dan bantuan tripod dari staff Top Coder. Tantangan dalam pembuatan studio ini kita harus mencari tempat yang bisa dipasangi background hitam. Akhirnya kami menemukan tempat di pojok ruangan. Tim kami memasang background tersebut dengan sangat ekstra karena kami juga tidak memiliki perlengkapan yang memadai dan hanya menggunakan double tip untuk memasang background tersebut. Namun dengan kerjasama tim, akhirnya studio mini kami berhasil dibangun. Untuk pengambilan gambar, Tim Overloops menggunakan 3 buah lighting. Satu lighting digunakan untuk field in objek utama, 1 untuk print light, dan satu lagi untuk background. Lighting yang kami gunakan adalah lighting yongnuo yn 300 Mark II dan apurture amaran karena cukup praktis dalam penggunaanya hanya menggunakan baterai AA. Saat wawancara di dalam ruangan, kami juga bekerja sama dengan tim lighting perlombaan yang memainkan lampu saat perlombaan berlangsung untuk mengarahkan lighting ke tempat wawancara sehingga kami bisa mendapatkan perpaduan lighting yang bagus.

Setelah selesai men-setting studio, kami memanggil satu persatu dari 90 kontestan untuk diambil gambarnya di studio tersebut. Kami mengambil foto dan merekam pose-pose para finalis dan sedikit wawancara tentang darimana dia berasal, belomba di track apa, dan kesan mengikuti event TCO ini. Sedikit lucu dalam pengambilan gambar ini. Karena ternyata tidak setiap finalis bisa berpose, sehingga kita yang harus mengarahkan pose mereka walaupun mereka sendiri merasa canggung untuk berpose. Kelucuannya pun tak hanya di situ saja, karena finalis-finalis tersebut berasal dari berbagai Negara yang belum tentu menguasai Bahasa Inggris, untuk mengarahkan gaya itu pun sedikit susah. Akhirnya sambil bersenda gurau karena tidak mengetahui apa yang dikatakan, suasana pun menjadi lebih santai.

Dalam perlombaan yang berlangsung selama 3 hari, dan bahkan 1 track perlombaan dalam satu hari ini berlangsung selama 10 jam, kami menggunakan teknik timelapse untuk merekam jalannya perlombaan dengan menggunakan kamera gopro yang kami pasangkan dengan berbagai macam mounting sehingga bisa mendapatkan timelapse dari angel yang tidak biasa.

Keseruan yang kami lihat di event ini adalah ketika mendapati para finalis yang terlihat stress saat mengikuti perlombaan. Kemudian tantangan yang sangat membuat kita kerepotan adalah kita harus berpindah-pindah ruangan ketika workshop dilaksanakan bersamaan dengan perlombaan. Karena tim kami terbatas, sehingga kami bergantian tugas dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Overloops sangat antusias untuk merekam berlangsungnya acara top coder ini, dan kita sendiri sangat senang dengan tugas yang diberikan TCO kepada kami, karena ini merupakan kali pertama Overloops merekam event dunia dan berlangsung di Amerika. Semoga ini merupakan langkah awal Overloops untuk Go International.

Nah, kalau kalian tertarik menggunakan jasa untuk mendokumentasikan event kalian, kalian bisa menghubungi Overloops melalui Facebook Overloops maupun instagram @overloops. Kamu juga bisa melihat semua portofolio Overloops di Channel Youtube Overloops.

RECENT POSTS