November 14, 2018

Tips Editing Professional Photo with Photoshop

Editing foto merupakan suatu hal yang sangat penting dan harus kita lakukan sebelum publishing foto tersebut. Tentunya kita menginginkan foto kita terlihat sangat epic dengan sentuhan editing foto yang handal sebelum dilihat khalayak umum. Namuan kebanyakan orang masih bingung bagaimana teknik mengedit foto yang benar. Bukan dengan aplikasi editing foto biasa, tetapi menggunakan editing foto professional seperti Photoshop. Nah, kali ini Overloops akan memberikan beberapa tips tentang bagaimana proses editing yang baik dengan menggunakan Photoshop.

Untuk contoh foto editing kali ini, kita menggunakan foto yang diambil oleh photographer kita Cendhika di Jackson Bridge Atlanta ketika sedang company trip di Atlanta pada tahun 2017. Foto ini menarik untuk kita ambil karena pada kenyataannya tidak semua tempat yang bagus untuk dikunjungi itu juga bagus untuk difoto. Sedangkan tempat ini bukan merupakan tempat wisata tetapi cukup menarik untuk difoto. Kita mengambil fotonya dari atas jembatan Jackson Bridge yang memang cukup sepi karena bukan merupakan tempat wisata, tetapi kita bisa mendapatkan pemandangan downtown Atlanta dari jarak yang reasonable. Berbeda dengan wilayah lainnya seperti Chicago maupun New York yang menyediakan tempat wisata untuk melihat skyline kota, di Atlanta sendiri tidak memiliki tempat seperti itu. Oleh karena itu, kita mencoba mengambil gambar cityscape dari atas jembatan ini.

Untuk foto skyline kita menggunakan kamera Sony A7 Mark II dengan lensa 17-40mm. Setelah mengambil beberapa gambar, akhirnya kita dapatkan foto yang seperti ini. Foto ini didapatkan ketika blue hour sebelum matahari benar-benar gelap. Sedikit tips untuk temen-temen pecinta foto skyline, akan sangat bagus jika gambar diambil ketika blue hour. Dengan settingan kamera yang tepat, kita bisa mendapatkan gambar suasana langit yang terang dengan warna biru, shadow less namun langit masih terlihat terang. Saat ini lah moment yang tepat untuk memotret objek aksitektur. Dengan memanfaatkan lampu-lampu yang menyinari objek tanpa banyangan matahari meskipun langit masih berwarna.

Untuk foto semacam ini memang dibutuhkan trik tertentu. Karena ketika kita memotretnya terlalu malam, ambient yang dekat dengan jembatan seperti rumput dan rumah-rumah disekitarnya akan terlalu gelap. Maka kita mencari timing dimana langit masih belum begitu gelap, tetapi mataharinya sudah hilang. Kita juga bisa mengangkat exposure dari ambient yang gelap tersebut nantinya. Kita mendapatkan bonus dengan light trail dari mobil-mobil yang lalu lalang disepanjang jalan. Dalam foto tersebut kita menggunakan exposure time 123 detik dengan mode slowspeed. F yang kita gunakan adalah 4 dan ISO 100.

Foto semacam itu sebenarnya sudah bagus karena kita sudah mendapatkan light trailnya, namun masih kurang menarik jika dijual di situs-situs microstock. Sehingga perlu kita edit foto ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Nah, sekarang kita bagikan juga bagaimana proses editing dari foto tersebut. Andalan kita dalam mengedit foto adalah dengan fitur RAW Editor yang ada di Adobe Photoshop. Banyak orang yang mengira RAW Editor ini hanya bisa diakses oleh orang yang memotret RAW. Padahal kenyataanya di RAW Editor ini bisa kita gunakan meskipun kita memotret menggunakan format jpeg. Kita bisa membuka RAW Editor ini dengen menekan shortcut Command/Ctrl + Sift + A.

Dalam editing foto ini, kita punya prinsip tersendiri untuk mendapatkan hasil yang bagus. Karena kebanyakan orang hanya coba-coba dengan geser kanan kiri untuk dalam waktu yang cukup lama. Menurut Overloops sendiri, editing foto ini cukup simple dan bisa menampilkan range dari informasi warna meupun exposure yang lebih sehingga memiliki dynamic range yang lebih dari mata memandang. Prinsipnya adalah kita hanya perlu mengatur value yang ada di Raw Editor saja. berikut step-step yang kita lakukan untuk editing foto Bridge tersebut:

  • Pertama kali kita mulai dengan mengatur exposure terlebih dahulu. Foto ini terlalu gelap karena kita terbiasa ketika memotret langit, kita selalu menurunkan 1atau 2 stock dibawahnya. Karena kalau kita mengutamakan bagian shadow, bagian langit pasti terlihat over. Sedangkan kalau langitnya over, informasi yang terlihat akan lost.
  • Langkah berikutnya kita bermain dengan highlight, shadow, white, dan black. Sbeelum melakukan editing foto, kita harus paham terlebih dahulu value dari keempat variable tersebut. Jangan sampai kita hanya mencoba-coba atau meng-adjust dari salah satu atau beberapa diantaranya. Padahal 4 value ini saling berhubungan satu sama lain. Hightlight dan White adalah bagian yang cerah dari suatu gambar. Sedangkan shadow dan black itu bagian gelap dari gambar.
  • Untuk memulainya, kita turunkan highlight hingga ke minimum terlebih dahulu dan kita naikkan White-nya. Dengan cara seperti ini, kita bisa mendapatkan foto dengan dynamic range di terang. Perbedaanya highlight ini adalah warna yang harusnya cerah tetapi bukan putih akan kita preserve kembali. Basicya highlight ini akan menurunkan warna yang cerah tetapi bukan putih. Sedangkan fungsi white yang dinaikkan adalah mengembalikan warna putih yang tadinya hilang karena highlight diturunkan.
  • Kemudian kita mengatur shadow dan black. Shadow ini digunakan untuk mengangkat warna yang gelap tapi bukan hitam. Sedangkan black kita turunkan untuk mengembalikan warna yang memang seharusnya hitam.
  • Atur contrast dengan menuranginya untuk mendapatkan dynamic range yang lebih. Kita juga perlu menurunkan clarity.
  • Sebuah foto akan terlihat menarik jika warnanya muncul. Kebanyakan orang pasti seringkali menaikkan saturasi untuk memuncukan warna. Namun menaikkan saturasi yang berlebihan malah justru akan membuat foto menjadi lebih dangdut karena warnanya yang terlalu menyala. Untuk itu kita bisa menaikkan Vibrance untuk mendapatkan efek biru yang berbeda dan menurunkan saturasi dengan tujuan memunculkan warna-warna yang sebelumnya tidak ada menjadi ada.
  • Selanjutnya kita atur temperature dan tint untuk membuat warna yang seharusnya putih tetap putih, seharusnya grey tetap grey, dan seharusnya hitam tetap hitam. Karena dengan mengatur value di atas akan membuat warna-warnanya sedikit meleset. Sehingga perlu kita adjust white balance dengan mengatur temperaturnya terlebih dahulu. Jika warnanya terlalu berlebih dan meleset dari warna aslinya, kita bisa mengurangi tint untuk membuat warnanya lebih natural.
  • Kemudian untuk sentuhan terakhir kita juga menambahkan filter untuk bagian langit untuk mendapatkan filter seperti ketika kita menggunakan gradient ND tetapi kita lakukan di post editing. Ini bisa kita lakukan dengan menambahkan graduated filter pada langit dan mengatur exposure dan temperature.

Yaaa, editing kita selesai dan didapatkan hasil yang sangat berbeda dengan foto aslinya dan tentunya memberikan dynamic range yang lebih. Selanjutnya kita hanya perlu membersihkan bagian-bagian yang kotor karena lensa atau menghilangkan coretan-coretan dijalan yang mengotori foto kita dan editing selesai. Setelah itu bisa kalian pasarkan ke berbagai situs microstock. Sekian tips editing foto di Photoshop yang bisa kita bagikan buat temen-temen semuanya dan semoga bermanfaat buat kita semua, dan tunggu tips kita selanjutnya yaa..

Editing Video and Photo by: Cendhika

RECENT POSTS

    Leave a comment