October 17, 2018

Tips Foto Berdimensi dengan Lighting

Pada dasarnya, sebuah foto hanya berbentuk 2 dimensi saja karena hanya memiliki dimensi panjang dan lebar. Namun kita bisa membuatnya menjadi lebih berdimensi dengan berbagai teknik. Salah satu tekniknya adalah dengan lighting. Lighting berperan penting untuk membuat foto menjadi lebih berdimensi. Sehingga seakan-akan kita bisa melihat kedalaman atau lekukan-lekukan objek pada foto itu sendiri. Teknik yang digunakan pun tidak mudah karena harus mengkombinasikan antara cahaya ruang atau cahaya matahari dengan lighting. Nah, untuk itu, kali ini Overloops akan membagikan berbagai macam tips yang bisa digunakan untuk membuat foto menjadi lebih berdimensi. Seperti apa teknik yang dibutuhkan? Langsung saja kita bahas..

Overloops yang memang senang meng-eksplor berbagai macam photography tertarik untuk memotret kegiatan masyarakat pedesaan di pagi hari. Kali ini Overloops bersama para santri Pondok Multimedia akan memotret dengan tema petani di area persawahan sekitar Studio Overloops. Alat-alat yang digunakan untuk foto berdimensi ini adalah 1 kamera Sony A7 Mark II dengan lensa Canon 24-70 mm dan juga 100 mm. Untuk membentuk dimensinya, kita menggunakan dua flash meliputi Flash Godox V860 Mark II dan Godox AD360 yang sudah dipasangi dengan softbox. Flash AD 360 ini berfungsi sebagai fill in sedangkan Godox V860 digunakan untuk rim light.

Waktu pemotretan kita ambil di pagi hari di tengah sawah ketika matahari terbit. Dengan memperkirakan sinar matahari yang akan semakin naik, kita menggunakan teknik cross lighting untuk foto tersebut. Sehingga kita meletakkan subjek/objek tepat berada di tengah, fill in kita letakkan di sisi kiri depan dengan sudut 45 derajat dan rim light kita letakkan di belakang objek yang ditarik garis lurus dari fill in. Sedangkan untuk kamera, kamera diletakkan melawan arah fill in atau berada di antara cahaya dan shadow. Sehingga bisa didapatkan gradasi antara cahaya dengan shadow yang membuat foto menjadi tidak flat.

Untuk membuat foto menjadi lebih berdimensi, flash fill ini kita dekatkan sangat dekat dengan wajah subjek. Hal ini bermaksud untuk mendapatkan cahaya highlight yang lebih terang. Ini yang disebut dengan transisi cahaya dari terang ke arah shadow. Dengan demikian, cahaya yang dipancarkan ke wajah akan memberikan efek gradasi dan memberikan efek berdimensi antara background, foreground, dan juga subjek itu sendiri. Karena kalau flash mengarah pada wajah subjek secara langsung, foto yang dihasilkan akan sangat flat karena wajah tersinari seluruhnya oleh flash tersebut. Untuk pengaturan antara kamera dan flash juga diatur dengan cara manual dan diatur menggunakan mode HSS. Karena tujuan kita adalah mendapatkan power yang lebih kuat dari matahari, sehingga cahaya yang menyinari objek itu lebih kuat dari pada ambient atau bagian background cahaya yang menyinari subjek.

Ambient akan terlihat gelap, sedangkan cahaya di subjek akan terlihat lebih terang. Untuk bisa menggunakan mode HSS, kita mensetting kamera dengan shutterspeed berada di atas 1/200s agar mendapatkan ambient atau suasana yang lebih gelap sehingga hasil foto akan lebih dramatis. Ketika tidak menggunakan mode HSS, flash hanya bisa menangkap cahaya yang optimal itu hanya sampai di shutter speed 1/150s hingga 1/200s. Karena kita menggunakan mode HSS, kita bisa mendapatkan foto yang lebih terang dengan mensetting flash ke full power di angka 1/1 untuk cahaya yang terang di subjek dan gelap di ambient sehingga photo akan terlihat berdimensi dan dramatis.

Nah, itu tadi tips singkat yang bisa Overloops bagikan buat temen-temen yang ingin mencoba teknik HSS ini untuk membuat foto lebih berdimensi. Semoga tip yang kita bagikan bisa bermanfaat buat semuanya, dan selamat mencobaa…

Tips from Usamah SH

RECENT POSTS

    Leave a comment