April 26, 2018

Tips Membuat Foto Studio yang Dinamis Menggunakan Teknik Slowspeed dan Second Curtine

Membuat sebuah sesi indoor foto di studio, tidak hanya melulu tentang mengatur lighting dan kreativitas memainkan berbagai macam teknik pencahayaan dan arah lampu saja. Namun kita juga bisa bereksperimen atau mencoba sesuatu yang lebih kreatif dengan pemanfaatan fitur-fitur lain di kamera seperti teknik slowspeed. Untuk artikel kali ini, Overloops akan menjelaskan tentang bagaimana membuat sebuah foto yang tampak lebih dinamis dengan mengkombinasikan antara bayangan gerakan yang ditimbulkan oleh teknik slowspeed dan juga permainan lampu dengan cahaya flash yang dikombinasikan dengan continues lighting.

Prinsip dasar dari teknik ini adalah merekam gerakan objek sedemikian rupa, kemudian di akhiri dengan satu gambar yang cukup jelas (freeze) yang ditimbulkan dari efek lampu flash. Untuk menjelaskan teknik ini, pada beberapa saat lalu kami Tim Overloops berkolaborasi dengan Commed Universitas Negeri Yogyakarta untuk mengadakan sebuah sesi foto dengan tema wushu yang diadakan di studio Overloops. Kita menggunakan satu buah background hitam dengan 2 buah lampu continues untuk ring light yang dipadukan dengan gel warna merah dan biru untuk menunjukkan nuansa aksen warna. Kemudian kita juga menggunakan 2 buah lighting lampu flash yang diarahkan secara cross pada sisi arah jam 8 dan 2 untuk memberikan efek dimensi dan efek freeze pada objek.

Untuk kamera kita menggunakan Sony A7 Mark II dengan lensa 50 mm. Sebelum kita mulai sesi ini, kita lebih dulu bereksperimen dalam penempatan posisi lighting continues agar sesuai dengan bayangan yang diharapkan. Perlu diketahui ketika kamera merekam dengan slow speed, maka setiap gerakan yang ditimbulkan objek yang terekam selama sensor merekam gambar akan terekam sebagai sebuah gambar yang blur. Nah ini kita manfaatkan untuk membuat sebuah efek motion dalam gerakan. Namun jika gambar ini hanya dibiarkan begitu saja, hasil foto ini akan tampak tidak jelas atau shaking saja. Sedangkan kita membutuhkan objek utama yang tampak jelas. Maka kita kombinasikan dengan dua buah flash yang diberikan power yang lebih tinggi, untuk menjadikan cahaya yang dominan pada objek sehingga objeknya terekam dengan sempurna. Sehingga didapatkan sebuah kombinasi antara objek yang terekam dengan sempurna dan pencahayaan yang terang, juga efek-efek gerakan yang ditimbulkan dari cahaya lampu continues yang remang-remang.

Satu hal penting untuk membuat teknik seperti ini adalah dengan membuat pengaturan dari lampu flash yang di kamera. Jadi secara default, flash akan menyala ketika kita memencet tombol shutter. Pada teknik ini, kita mensetting kamera supaya flash menyala pada akhir dari proses perekaman gambar. Dengan kata lain secara default kamera men-trigger flash di awal dengan settingan second curtain atau rear curtain, kamera akan mentrigger flash di bagian akhir. Nah, perlu diketahui dalam teknik foto seperti ini adalah agar kita bisa mendapatkan hasil foto yang bagus, kita harus pandai-pandai mengatur gerakan objek supaya bisa memberikan tidak hanya efek bayangan gambar yang bagus, tetapi juga ending yang lebih bagus lagi.

Usahakan gerakan akhir dari model adalah melangkah ke depan supaya bisa mendahului bayangan yang di belakang. Karena jika ending bagian belakang model lebih mundur, maka otomatis akan tertutup bayangan yang sebelumnya. Pembuatan bayangan itu sendiri sangat tergantung dengan gerakan objek. Usahakan model jangan terlalu mengumpul mengkonsentrasikan gerakannya pada satu titik saja, karena membuat gambar akan lebih complicated. Sehingga diupayakan gerakan model ke kanan, ke kiri, dan juga tengah agar efek bayangannya lebih dinamis. Hanya saja untuk mengkomunikasikan hal ini, dibutuhkan beberapa waktu yang lama, karena model sendiri juga sudah memiliki gerakan-gerakan pattern wushu yang telah dia pelajari sebelumnya. Sehingga di beberapa kesempatan memang sedikit mustahil untuk bisa melakukan hal seperti yang kita sarankan.

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah durasi dari slowspeed itu sendiri. Untuk sesi ini kita memberikan waktu 4 detik, sehingga memberikan kesempatan model untuk membuat 3 buah gerakan yang berbeda. Hasil 4 detik ini adalah hasil dari uji coba kita yang untuk membuat sebuah timing yang tepat untuk gerakan wushu. Nah, timing ini mungkin berbeda-beda disetiap gerakan atau setiap model yang kita ajak untuk sesi foto bersama. Mungkin gerakannya bisa lebih lambat apabila kita berkolaborasi dengan yang modelnya memiliki gerakan lebih lambat, dan akan jauh lebih cepat jika kita merekam gerakan seperti dance atau gerakan cepat lainnya.

Teknik foto ini masih banyak lagi tips-tips yang bisa kita bagikan. Buat kalian yang penasaran dan ingin lebih dalam mengupas teknik ini, dan ingin mendapatkan coaching clinic dari Tim Overloops, maka teman-teman bisa mengikuti acara coaching clinic yang dilaksanakan Commed pada tanggal 12 Mei mendatang di GOR Universitas Negeri Yogyakarta. Overloops akan memberikan pengalaman bagaimana memotret sport, sekaligus akan membuat sebuah sesi foto yang bisa diikuti bersama hunting foto slowspeed, second curtain, seperti yang kita bahas pada artikel kali ini. Sekian yang bisa Overloops bagikan untuk kalian, kami tentunya akan sangat senang bereksperimen dan berkolaborasi dengan hal-hal unik atau mencoba teknik-teknik baru yang menarik untuk dibagikan dalam bentuk artikel maupun coaching clinic secara langsung. Untuk mengetahui tentang Overloops lebih lanjut, temen-temen bisa langsung saja mengunjungi Fans Page Facebook Overloops atau bisa juga melalui instagram @overloops. Jangan lupa juga untuk mengunjungi Channel Youtube Overloops, dan jangan lupa subscribe yaaa…

RECENT POSTS

    Leave a comment