Music adalah salah satu factor dalam pembuatan sebuah video. Video sendiri sejatinya merupakan komponen audio visual dari video. Seringkali para videographer terlalu fokus pada pengambilan gambar dan menomorsekiankan music ketika proses post production. Banyak videographer yang asal menempelkan musik dengan genre yang tidak jelas atau sumber yang tidak jelas. Hal ini berakibat pada video yang menjadi tidak bagus atau tidak terlihat menarik karena tidak diimbangi dengan music yang bagus atau video tersebut malah menajdi bermasalah karena terbentur dengan permasalahan copyright. Padahal music sendiri tidak hanya sebagai pelengkap video namun juga bisa menjadi salah satu factor utama yang bisa men-drive emosi penonton menjadi senang, seding, bersemangat, iba, dsb. Padahal jika kita tahu bagaimana caranya mendapatkan music yang bagus dengan step-step tertentu, kita bisa mendapatkan music yang berkualitas bagus dan kita sendiri juga aman menggunakannya tanpa harus takut terbentur dengan masalah copyright.

Sangat disayangkan kalau sudah repot-repot memproduksi video yang bagus tetapi akhirnya terhapus video tersebut oleh Youtube ataupun Facebook karena copyright. Hal ini sering sekali terjadi dikalangan videographer yang masih belum mengerti permasalahan copyright. Tim Overloops sendiri menaruh perhatian yang luar biasa terhadap music. Kita memastikan bahwa music yang kita pilih benar-benar bisa mendukung video yang kita buat dan music tersebut benar-benar legal sehingga kita bisa memberikan pelayanan yang baik untuk costumer dan bisa memastikan video yang kita buat tidak menjumpai masalah di kemudian hari. Untuk itu, pada kesempatan kali ini, kita akan berbagi tentang bagaimana tips untuk memilih dan juga menggunakan music sebagai pelengkap video yang akan dibuat.

  • Music Sebagai Pembentuk Mood atau Suasana Video

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, music bisa men-drive emosi penonton, membawa suasana penonton, dan bisa mensukseskan tujuan dari video itu sendiri. Proses video enterprise yang memiliki banyak kru dan banyak talent, biasanya music dibuat oleh composer. Ketika post production, composer bertanggungjawab untuk mengisi suara-suara di video dengan music yang nantinya akan memperkuat message atau emosi dari video yang ada di gambar.

Nah, masalahnya pada kenyataannya kebanyakan videographer bekerja dalam tim yang kecil atau malah mengerjakannya seorang diri dan jarang sekali videographer yang ahli dibidang music. Kenyataanya belajar music itu tidak semudah belajar video, jadi seringkali untuk video dalam skala kecil, videographer mengambil music dari external lain. Dalam artian mereka hanya mencomot music yang cocok digunakan di video tersebut. Padahal sebenarnya tanpa bekerja sama dengan composer handal pun kita bisa membuat sebuah video yang benar-benar bagus, beremosi, dan benar-benar memiliki fill jika videonya memiliki visual yang berhubungan dengan audionya. Hal yang biasa kita lakukan untuk proses ini adalah dengan membalik prosesnya.

Biasanya kita mencari music terlebih dahulu yang sesuai dengan emosi, mood, dan visual yang kita rencanakan, kemudian baru membuat shootlist untuk produksi. Proses mencari music ini pun tidak bisa asal-asalan, karena di Overloops sendiri ketika mencari music yang relevan untuk video kita bisa menghabiskan waktu beberapa jam, berhari-hari, bahkan beberapa minggu hanya untuk mencari music yang cocok dengan kebutuhan kita dan legal tentunya. Dalam proses pencarian ini, kita menggunakan situs-situs royalty free atau musik-musik geratis yang bisa didownload tanpa harus membayar seperti Youtube Audio Library atau incompetech.com. Hanya saja kita akan lebih mudah mencari music di situs berbayar karena terdapat klasifikasi music dari berbagai macam genre muali dari mood, perkusi, dan filter lainnya sehingga kita akan lebih mudah menemukan music yang kita butuhkan. Proses berikutnya adalah audisi untuk music yang telah kita pilih dengan cara mendengarkan satu persatu dan membayangkan scene video yang akan dibuat. Beberapa situs yang bisa menjadi rekomendasi teman-teman untuk menemukan music yang bagus yaitu audiojungle.net dari envanto group, premiumbeat.com, dan masih banyak lagi. Harganya pun cukup bervariasi, standardnya mulai dari 19$ hingga 38$ untuk music pack. Sedangkan untuk premiumbeat biasanya dibandrol dengan harga yang lebih mahal. Namun itu lah harga yang sebenarnya pantas dibayar untuk mendapatkan music yang bagus dan aman digunakan.

  • Music Membantu Perencanaan Shootlist dari Produksi

Manfaat lainnya yang kita dapatkan ketika menentukan music di awal produksi adalah kita bisa menentukan scene apa saja yang kita harapkan, yang perlu kita produksi, dan juga gambar-gambar yang perlu kita ambil sebelum melakukan proses produksi. Proses post produksi yang benar perlu diawali dengan pembuatan storyboard dan pembuatan shootlist. Untuk membuat storyboard, biasanya kita awali dnegan pemilihan music. Jadi ketika kita sudah menentukan music mana yang dipilih, semua tim mendengarkan music tersebut mulai dari storyboard script hingga director pun mendengarkan music tersebut. Pada irama-irama tertentu seorang director atau script writer yang berpengalaman maupun yang amatir sekalipun secara intuitive pasti bisa membayangkan adegan-adegan yang apa saja yang cocok untuk irama music tersebut.

Dengan cara seperti ini, kita bisa dengan mudah memplot bar-bar di rentang waktu dari sebuah music untuk di reserve dengan adegan-adegan yang telah kita bayangkan. Sehingga nanti ketika proses editing akan lebih mudah karena kita sudah benar-benar tahu berapa waktu yang dibutuhkan untuk sebuah video mengisi music tersebut. Kita juga bisa membayangkan bagaimana bentuk shoot dan bentuk kamera movement yang bisa digunakan untuk menguatkan emosi dari music tersebut.

Pada akhirnya, proses produksi video company profile, domumentasi event, atau video apapun itu seperti proses pembuatan video clip. Jadi dengan music yang sudah ada kita bisa membayangkan adegan-adegannya, produksi, kemudian baru berlanjut ke proses editing yang menjadi lebih mudah dengan memasukkan scene-scene dan durasi yang perfectly sudah terpikirkan sebelumnya. Dengan cara ini tentunya akan lebih mempermudah pengerjaan dibandingkan kita mengambil shoot sebanyak-banyaknya baru setelah itu mencari music. Terkadang ketika kita mengedit sebuah video, kita merasa kesusahan untuk ploting adegan atau beberapa shoot yang kita rekam sebelumnya untuk irama music tertentu. Tapi ketika proses ini dibalik, semuanya akan terasa lebih mudah.

Bagaimana jika kita sudah terlanjur melakukan produksi sebelum memilih music? Langkah pertama yang akan kita ambil adalah dengan mencari shoot atau gambar video yang telah kita rekam dan kita mempetakan adegan-adegan tersebut pada scoring music yang benar-benar mendukung adegan tersebut. Sebagai contoh kita memiliki adegan uplifting ketika orang senang atau ada adegan yang ekspresif, adegan timelapse, maupun adegan slowmotion yang benar-benar epic. Dalam sebuah music yang sudah kita pilih itu pasti ada scoring music yang nadanya menurun kemudian menghentak naik. Untuk momen-momen seperti ini biasanya cocok untuk gambar-gambar visual yang naik juga seperti emosi meninggi, orang bergembira atau melompat, itu kita tempatkan terlebih dahulu di kunci-kunci inti dari music itu tadi. Setelah menempatkan adegan-adegan tersebut ke bagian music yang relevan, langkah berikutnya tinggal mengisi bagian yang kosong dengan scene-scene yang relevan dan sesuai dengan kronologis ataupun storyboard.

Kebanyakan editor mengedit secara urut dari awal kegiatan hingga akhir, padahal saran dari kita, dalam mengedit video itu harus dicari dulu scene yang cocok untuk scoring music yang kita pilih secara tidak urut dengan mereverse bagian-bagian tertentu yang sesuai. Kamudian baru mengisi kekosongan bagian lainnya.

Nah, sekian tips untuk memilih music yang bisa kita sharing, untuk info lainnya jangan lupa untuk pantau terus website kita yaa…

RECENT POSTS

    Leave a comment