February 23, 2018

Tips Memotret Objek dengan Flat Layout

Dunia photography seolah tidak pernah kehabisan konsep untuk berkarya. Akhir-akhir ini sedang booming model foto dengan konsep flat layout. Seperti apa konsep flat layout itu? Kika kita perhatikan, konsep flat layout ini memperlihatkan objek-objek berdimensi yang diambil dari atas. Sehingga hanya terlihat bagian atasnya saja. Meskipun demikian, flat layout akan menampilkan shadow dari dimensi objek itu sendiri. Hal ini cukup menarik dan “menjual” karena dari berbagai foto flat layout ini pasti memiliki negative space yang bisa dijadikan sebagai background berbagai poster maupun banner. Konsep flat layout itu sendiri juga cukup laku di pasaran Shutterstock karena kebutuhan akan design yang semakin banyak.

Kita tidak perlu lagi membuat design flat karena semuanya bisa kita buat dengan foto. Tidak hanya sebagai background saja, flat layout ini juga banyak digunakan untuk foto hits di instagram. Kalau kata anak muda sih biar kekinian. Flat layout ini memiliki beberapa jenis, seperti flat layout makanan atau flat lay food photography, ada pula flat lay styling yang berisi life style, hingga ke tema tropical yang berisi dedaunan. Dari beberapa tema tersebut kita bsia berkreasi sesuai keinginan kita. Foto flat lay yang cukup menjual ini adalah foto yang memiliki negative space cukup banyak. Sedangkan jika foto tersebut hanya dipenuhi berbgai barang-barang saja tentunya orang lain tidak menganggapnya bermanfaat. Jadi, kalau mau membuat foto flat lay ini pastikan tujuannya terlbih dahulu.

Berdasarkan pengalaman Overloops dalam membuat foto flat layout ini, kita menggunakan beberapa teknik agar foto terlihat fokus seluruhnya dan tidak ada yang miss. Kita menggunakan tripod jenis Vanguard Alta Pro 2+ yang dibuat over head. Sehingga background yang akan dijadikan flat layout tepat berada di bawahnya. Kemudian kita menggunakan kamera A7 Mark II dengan lensa 85 mm yang memberikan ruang tidak terlalu sempit dan tidak terlalu luas. Pengaturan kamera ini kita buat dengan diafraghma dove luas agar jarak fokus 8 atau lebih. Hal ini digunakan untuk pemotretan objek berskala kecil atau mikro agar terlihat detailnya. Sedangkan exposure, ISO, dan pengaturan lainnya bisa disesuaikan dengan kondisi ruangan. Karena kita menggunakan studio untuk pengambilan gambar, kita juga menggunakan 1 lighting Godox V860 Mark II yang di bounching ke atas. Sehingga cahaya yang dikeluarkan bisa menyebar menerangi seluruh ruangan.

Setelah setting selesai, selanjutnya kita masuk ke penataan. Sebenarnya terserah temen-temen ingin membuat layout yang seperti apa. Kamu bisa menatanya sesuai selera dan yang penting tidak menghilangkan negative space dari background tersebut. kita menggunakan background kayu agar menambah kesan klasik pada foto. Nah, setelah dilakukan proses editing, dihasilkan beberapa gambar berikut.

Asik bukan berkreasi dengan flat layout? Kalau kalian tertarik untuk membuatnya, kalian bsia mulai berkreasi di rumah masing-masing yaa.. kalau kalian menginginkan hasil foto kita tersebut, kamu bisa mendapatkannya di Shutterstock Cendhika dan Shutterstock Ferita.

RECENT POSTS

    Leave a comment