October 16, 2018

Tips Menggunakan Kamera Movement pada Video

Dalam pembuatan video, kita perlu memasukkan beberapa teknik tertentu agar video yang dihasilkan tidak monoton dan terkesan membosankan. Ada beberapa teknik seperti cara pengambilan gambar atau macam-macam shot dan ada pula yang disebut sebagai kamera movement. Nah, untuk postingan kali ini, kita akan membahas tentang kamera movement dan digunakan untuk apa saja kamera movement tersebut. Kamera movement ini juga memiliki peran penting dalam produksi sebuah video.

Seperti apa kamera movement itu? Mari kita bahas satu persatu. Kamera movement ini adalah sebuah teknik pengambilan video dengan cara menggerakkan kamera baik ke kanan, samping, atas, bawah, depan, dan juga belakang. Kamera movement ini bertujuan memberikan nilai tersendiri dari video itu sendiri. Kamera movement juga bisa digunakan untuk menyampaikan pesan dari video yang diambil. Sehingga visi yang kita berikan dalam video tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton. Nah, apa saja kamera movement itu?

  • Still

Camera tidak bergerak/ diam, objek bisa bergerak maupun objek hanya diam saja.

Basic Kamera Movement:

  • Panning (Left – Right)

Panning ini merupakan pergerakan kamera masih pada satu sumbu dengan pergerakan ke samping baik kanan maupun kiri. Panning ini biasanya digunakan ketika kita ingin mengikuti objek yang bergerak namun kamera tetap pada tumpuan. Biasanya ketika ingin melakukan panning, kita membutuhkan tripod fluid head sebagai tumpuannya. Panning ini juga berguna untuk memfollow subjek atau objek yang berjalan.

  • Tilting (Up – Down)

Hampir sama dengan panning, tilt up ini kamera bergerak pada satu sumbu dengan gerakan ke atas maupun ke bawah. Untuk tilt up maupun tilt down ini bisa diambil langsung menggunakan tangan asalkan tangan kita stabil ketika pengambilannya. Tilt up ini bisa memberi kesan kemewahan atau kemegahan bangunan ketika digunakan untuk shoot sebuah bangunan. Selain itu, ketika ada sebuah event, kita bisa menggunakan shoot tilt up ini sebagai ending dari sebuah video. Dengan tilting ini kita bisa menggambarkan keramaian dari event itu sendiri melalui sebuah video.

  • Dolly/Track (In – Out)

Dolly ini memiliki gerakan yang hampir sama dengan zooming. Perbedaannya dolly ini kita sendiri yang menggerakkan kamera ke depan atau ke belakang sesuai dengan konteks video yang diinginkan. Sebagai contoh, misalkan kita ingin mengambil shoot di suatu kejuaraan. Kita bisa menggunakan camera movement dolly ini ntuk shot peserta yang memenangkan kejuaraan tersebut. hal ini akan memberikan kesan hebat dan “Wah” pada peserta yang berhasil memenangkan lomba tersebut.

Dolly ini juga bisa dilakukan untuk shot suatu produk untuk memberikan kesan keunggulan dari produk tersebut, dan masih banyak lagi penggunaan dolly ini dalam pengambilan gambar. Untuk pengambilan gambar dolly yang lebih bagus biasanya orang-orang menggunakan slider. Dolly in/out ini juga bisa memberikan variasi gambar pada forground.

  • Crab (Left – Right)

Kalau Dolly itu pergerakan maju dan mundur, Crab ini adalah gerakan seperti berjalannya seekor kepiting. Dari arah kanan ke kiri maupun sebaliknya. Ini bisa kita lakukan untuk pergerakan seperti tracking orang yang sedang berjalan. Seperti contoh ketika Asian Games 2018 kemarin, untuk merekam olah raga lari mereka menggunakan kamera yang diletakkan diatas kereta khusus dan ada jalurnya tersendiri. Nah, kamera movement ini bisa jadi sebagai sudut pandang mata manusia yang sedang ngobrol dengan orang lain sambil berjalan.

  • Pedestal

Kalau tilt up atau tilt down bergerak masih pada sumbu yang sama, pedestal ini bergerak naik dan turun terlepas dari sumbu utama. Alat yang biasa digunakan untuk kamera movement ini juga bernama pedestal. Namun bisa diakali dengan menggunakan slider.

  • Camera Orbit

Kamera orbit ini gerakan seperti mengorbit (orbit pelanet) atau melingkari objek yang akan diambil gambarnya. Orbit ini memiliki tujuan menunjukkan keadaan disekeliling objek/subjek tersebut.

Eksperimental Kamera Movement:

  • Rotation x to y

Pergerakan camera menggunakan gear tambahan dengan menggunakan 2 stand dan camera posisi di tengah stand. Kemudian camera digerakkan dengan berporos pada stand sehingga bergerak dari sumbu x ke sumbu y. Misalkan objek adalah manusia dan posisi camera berada di depan objek yang kita sebut sebagai sumbu x. Kemudian kamera digerakkan menggunakan stand dari depan melingkar ke atas kepala objek dan berakhir di belakang objek yang kita sebut sebagai sumbu y.

  • Roll Rotation

Pergerakan camera yg berputar 180 hingga 360 derajat dan menggunakan gear tambahan berupa Gimbal. Untuk Roll Rotation ini cukup sulit dilakukan jika menggunakan handheld saja. Karena jika menggunakan handheld gambar yg dihasilkan kurang bagus dan shaky. Jadi untuk hasil pengambilan gambar yg bagus dan terlihat lebih smooth bisa menggunakan Gimbal seperti Zhiyun Crane atau DJI Ronin. Operator hanya diam dan memberi perintah pada gear Gimbal tersebut, maka kamera akan bergerak secara otomatis. Perputaran camera ini berputar 180 hingga 360 derajat. Contoh, dari posisi vertical ke horizontal ke vertical lagi, kembali ke posisi horizontal.

Nah, itu semua merupakan beberapa teknik kamera movement yang seringkali digunakan untuk mempercantik video dan memberikan makna yang berarti. Masih banyak lagi kamera movement yang digunakan dalam pembuatan film. Kalau temen-temen sudah bisa menguasai beberapa kamera movement di atas, pasti video yang kalian buat akan menjadi lebih bervariasi dan enak untuk ditonton. Ya, sekian tips dari Overloops, semoga bermanfaat untuk kita semua, dan sampai jumpa di tips berikutnya yaa..

Idea and Edited by: Fajar Putra & Habib Nur K

RECENT POSTS

    Leave a comment