June 28, 2018

Tips Merekam Interview untuk Project Company Profile atau Video Documenter

Beberapa waktu lalu tim Overloops melalui salah satu anggotanya mendapat kepercayaan untuk membuat sebuah Company Profile sekaligus dokumentasi dari Tim Pengembang Drone Passanger dari Yogyakarta. Dalam video Company Profile sekaligus video documenter yang kita kerjakan, terdapat beberapa scene interview yang harus dilakukan. Scene interview ini adalah sebuah elemen utama dalam video Company Profile dan video documenter karena menjelaskan secara terperinci tentang perkembangan proses dari sebuah kegiatan maupun penjelasan mengenai sebuah tema yang berkaitan dengan video company profile atau video documenter yang dikerjakan.

Dalam membuat sebuah video documenter terutama dari sebuah tim dengan mobilitas yang tinggi dan kegiatan yang tidak tentu, dibutuhkan sebuah tim dokumentasi yang selalu standby dan mengenal betul aktivitas dari tim tersebut. Maka Tim Overloops melalui salah satu anggotanya tergabung ke dalam tim pengembang tersebut sebagai Divisi Media. Nah, ketika mendokumentasikan atau menjadi salah satu tim dari kelompok pengembang sebuah project, mobilitas yang tinggi dan kemampuan untuk men-settup interview studio di lapangan sangat dibutuhkan.

Nah, dalam kesempatan kali ini Overloops akan membagikan beberapa tips dan pengalaman kita tentang bagaimana membuat sebuah setup interview professional dengan perlengkapan portable yang bisa dilakukan maupun di sett kapan saja untuk membuat interview on location. Tantangan utama yang dihadapi ketika membuat setup interview on location adalah bagaimana kita bisa membaca situasi ruangan dan memanfaatkan ruangan sebaik-baiknya untuk mendapatkan hasil video yang bagus.

Pertama setup video interview dengan ambient lokasi. Membuat video interview dengan ambient lokasi memang menjadi sebuah hal yang bagus dilakukan ketika kita akan memberikan gambaran lokasi orang bekerja yang ingin kita interview. Hanya saja tidak semua ruang kerja bagus dijadikan background dengan berbagai pertimbangan. Ketika sebuah lokasi mendukung dan benar-benar menggambarkan situasi bekerja, maka dibutuhkan kreatifitas untuk membuat sebuah setup yang bagus. Yaitu dengan membaca kondisi cahaya terlebih dahulu. Ketika dalam kondisi terang ruangan tidak terlalu bagus, maka kita bisa melakukan pendekatan di lokasi yang dibuat dengan tema gelap. Dengan menggunakan beberapa lighting tambahan, kita bisa memfokuskan lighting pada objek dan subjek yang kita interview sehingga ambient terlihat lebih gelap. Nah, ketika ambient lebih gelap, akan terlihat beberapa objek-objek yang menarik sebagai background meskipun di lokasi yang tidak begitu mendukung.

Teknik lighting yang kita gunakan hanya 2 buah lighting. Lighting utama diposisikan di samping depan dan lighting kedua di belakang sebagai rim light untuk menseparasi dengan objek. Dengan teknik ini bisa didapatkan kondisi sebuah kondisi setup interview yang lebih dramatis meskipun di ruangan yang kurang begitu mendukung dengan menggunakan 2 buah lighting untuk menerangi objek.

Kedua, interview semi outdoor dengan background ambient lokasi. Untuk semi outdoor kita harus bisa membaca arah sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan. Nuansa golden hour akan memberikan efek yang bagus ketika cahaya masuk ke ruangan. Hanya saja dibutuhkan cahaya ambient tambahan untuk meng-counter dari cahaya matahari sehingga tidak backlight. Dibutuhkan 2 lighting juga sebagai lighting utama dan rim light di samping untuk memberikan efek dimensi sekaligus fill in dalam objek.

Ketiga, nuansa interview dengan cahaya gelap. Nah ketika kedua kondisi tidak memungkinkan, kita bisa lebih kreatif untuk membuat sebuah setup sendiri di ruangan yang tersedia dengan memanfaatkan background yang kita sediakan. Jika memungkinkan apalagi untuk perusahaan seperti teknologi, penggunaan background warna hitam akan membuat suasana lebih dramatis apalagi jika dikombinasikan dengan beberapa lighting gel color warna biru untuk menambah kesan futuristic. Kita membutuhkan kain background untuk diletakkan di belakang objek sehingga bisa memberikan efek isolated pada objek dengan nuansa gelap. Nah untuk membuat setup seperti ini, kita membutuhkan 2 lighting juga, 1 buah lighting sebagai fill ini di depan dan lighting lainnya di belakang dengan gel warna biru sehingga memberikan kesan yang lebih dinamis dan futuristic.

Keempat, kita menggunakan background warna putih. Ketika kita akan memberikan sebuah setup yang lebih simple lagi, apalagi di ruang-ruangan yang lebih umum seperti di ruang meeting atau bahkan di lokasi yang sama sekali tidak merepresentasikan kegiatan namun kita membutuhkan sebuah setup interview yang bagus, dan pada kondisi itu tidak memungkinkan memasang background, maka kita butuh untuk membuat sebuah setup dengan memanfaatkan tembok. Untuk setup ini dibutuhkan 3 lighting. Karena 1 cahaya selain memberikan efek cahaya depan dan belakang sebagai rim light, 1 cahaya untuk menerangi background memberikan efek hotspot pada background sehingga terdapat gradasi cahaya yang membuat tampak lebih simple dan menarik.

Nah, setelah teknik pencahayaan sudah kita kenali, selanjutnya Overloops juga akan memberikan tips perlengkapan yang kita gunakan. Untuk membuat sebuh video interview yang dinamis, diperlukan 2 buah kamera sebagai multi angel. Karena video yang kita buat ini bersifat casual, sehingga objeknya diposisikan seperti berbicara dengan interviewer. Dengan cara seperti ini kita bisa membuat objek yang diinterview lebih casual dan tidak menghindari demam kamera. Nah, untuk multi angel kamera, kita posisikan di bagian yang sama, jangan terlalu jauh dan sama-sama mengambil sisi samping objek hanya dengan vocal length yang berbeda.

Pada kesempatan kali ini kita menggunakan vocal length 35mm dan 85mm. perbedaan vocal length ini sudah memberikan nuansa yang berbeda untuk 2 buah scene interview tersebut. dengan membuat 2 scene yang berbda, akan bermanfaat ketika kita akan memotong beberapa perckapan sehingga di beberapa perpotongannya bisa kita manfaatkan scene yang berbeda untuk menghindari perpindahan scene yang kurang mulus. Untuk audio sendiri kita menggunakan satu buah clip on yang diletakkan di dada subjek dan 1 buah microphone shotgun sebagai backup.

Nah, itu tadi pengalaman kita dalam proses interview tim drone passenger Yogyakarta, berikutnya kita akan berbagi tips lagi untuk merekam video documenter suatu kegiatan dari tim ini. Semoga tips yang kita bagikan ini bisa bermanfaat untuk teman-teman, dan kalau kalian tertarik meminta jasa Overloops membuatkan Company Profile atau video documenter kantor kalian, bisa langsung saja menghubungi Overloops melalui Instagram @Overloops maupun Fans Page Facebook Overloops. Overloops menerima project Nasional hingga ke Internasional dan kami siap mendengarkan permintaan anda. Untuk melihat portofolio lengkap Overloops, teman-teman bisa langsung saja mengunjungi Channel Youtube Overloops dan jangan lupa Subscribe yaa..

RECENT POSTS

    Leave a comment