February 21, 2018

Tips Videography Untuk Pemula

Dalam dunia teknologi, kita sudah tidak asing lagi dnegan gambar yang bergerak atau biasa disebut sebagai video. Buat kamu videographer pemula, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui sebelum membuat video. Bagaimana video ini bisa dibuat, dan bagaimana teknik yang tepat agar video yang kita buat ini bisa menarik ketika ditonton? Tentunya beberapa pertanyaan tersebut sering tersirat di dalam benak kita masing-masing. Apakah video yang akan kita buat ini nantinya akan ditonton atau tidak, itu masalah belakang. Jika kita bisa merencanakan pembuatan video ini dengan baik, tentunya video yang kita buat akan menarik minat para penonton. Satu hal yang harus kita perhatikan dalam hal ini, yaitu konsep video tersebut. Siapa saja target audience videomu, dan untuk apa video tersebut kamu buat.

Seperti contoh kamu ingin mendokumentasian event besar yang ada di kotamu. Konsep yang harus kamu bawa adalah memberikan informasi kepada orang-orang yang tidak bisa hadir dalam event tersebut, sehingga mereka bisa mengerti acara apa saja yang ditampilkan pada event tersebut. Video dokumentasi event ini juga bertujuan sbeagai bahan evaluasi agar event yang akan datang menjadi lebih baik lagi. Sehingga kamu harus bisa menunjukkan setiap detail event tersebut yang kamu kemas dari sudut pandang yang berbeda. Teknik pengambilan gambar juga harus kamu pelajari agar video yang kamu bikin nantinya nyaman untuk ditonton.

Nah, dalam membuat sebuah video, baik dokumentasi event, video travelling, video wedding, maupun video short movie, mulailah dengan menyusun konsep video tersebut. kamu bsia membuat shootlist terlebih dahulu agar tidka kebingungan ketika berada di lapangan. Tetapi membuat shootlist ini tidak perlu diperhatikan bisa kamu mendokumentasikan event. Karena susunan acaranya bisa berubah sewaktu-waktu. Selain shootlist, kamu juga harus tahu kondisi lapangan dan dari sudut mana gambar bisa kamu ambil dengan baik. Pada postingan kali ini, Overloops akan membagikan beberapa tips videography untuk pemula.

  • Mencari Angel yang Tidak Biasa

Ketika kita mendapatkan objek yang menarik berada di depan kita, usahakan agar tidak mengambil gambar objek tersebut di eye level. Karena orang-orang akan melihatnya biasa saja seperti apa yang mereka lihat sehari-harinya. Untuk membuatnya berbeda, kita bisa mengambil gambar yang frog level atau bahkan bird level. Dengan memperlihatkan gambar dari sudut pandang berbeda, video kita tidak akan terlihat monoton. Kita juga disarankan untuk tidak mengambil gambar dari satu sisi saja. Dalam satu momen, paling tidak ada 3 sisi yang berbeda seperti dari depan, dari atas, maupun dari belakang. Sehingga ketika masuk ke tahap editing kamu tidak lagi kebingungan memilih scene yang berbeda dalam 1 menit.

  • Kurangi penggunaan Zoom In dan Zoom Out

Seringkali kita melihat sebuah video yang bergerak mendekati objek terlalu cepat seperti efek super zoom di Instagram. Biasanya efek ini juga digunakan di adegan sinetron yang mencapai klimaks. Justru malah terlihat lucu dan memusingkan. Kalau kamu bisa bergerak mendekati objek, jangan pernah menggunakan zoom in, apalagi penggunaan zoom in yang tidak smooth. Menjadi videographer pemula ada syarat tersendiri, yaitu kamu tidak boleh malas untuk bergerak. Jika kamu malas untuk bergerak, jangan mengharap videomu akan terlihat bagus nantinya. Kamu bisa menggunakan stabilizer agar gambar yang dihasilkan tidak terlalu goyang.

  • Pengambilan Gambar Secukupnya

Kita tidak boleh over ketika melakukan pengambilan gambar dari satu sisi yang sama karena itu akan terlihat sangat membosankan. Kami sering kali membatasi gambar yang tampil itu maksimal 4 detik saja dalam sebuah video, selebihnya natara 2 hingga 3 detik saja. Sehingga untuk membuat video dengan durasi 5 menit bisa dibayangkan berapa shoot yang dibutuhkan dalam sebuah video. Dengan demikian kita membutuhkan pengambilan gambar minimal 2 shoot, 2 angel, 2 framing, dekat – jauh, wide – close, detail – general. Selain itu, dalam pengambilan gambar kita juga harus bisa out of the box dalam artian kita bisa mengambil gambar yang tidak mungkin terpikirkan orang-orang dan ketika ada yang menontonnya dia akan berkata “Wah keren juga ya, tidak terpikirkan bisa seperti itu”.

 

Nah, dengan beberapa teknik tersebut kamu sebagai videographer pemula sudah bisa memulai editing video tersebut. Kamu juga bisa menambah timelapse untuk pergerakan dari siang ke malam, atau keramaian orang disuatu tempat tersebut sehingga menambah kesan dramatis. Setelah semua bahan video mentah yang akan kita oleh selesai di backup, kita memulai proses editing tersebut. sudah berkali-kali kita singgung dalam artikel sebelumnya, sebelum memulai proses editing yang dilakukan adalah dengan mencari music. Untuk tips menacari music, kamu bisa membaca artikel kita Tips Memilih Musik Untuk Pembuatan Video.

Proses awal dari editing video adalah dimulai dengan memdengarkan audionya dahulu. Kita mencoba untuk meresapi music dengan tema apa yang disampaikan dalam audio tersebut. Sambil mendengarkan, kita bisa menerka-nerka bagian mana dalam video yang telah kita ambil dan cocok mengisi irama tersebut. Setelah itu memotong-motong bagian video yang sesuai dengan mood yang berbeda sengan sequence yang berbeda. Kemudian kita mulai memotong file audionya dengan cara memasukkan semua file video ke sequence untuk memudahkan proses pemotongan gambar. Lalu menggabungkan audio dengan video yang telah dipotong sebelumnya.

Cukup mudah bukan, semuanya tidak akan berhasil jika kamu tidak pernah mencoba. Kunci menjadi videographer pemula ini adalah berani untuk gagal dan mau menerima kritikan maupun masukan dari para senior videographer. Kamu juga disarankan untuk banyak-banyak melihat video agar referensimu lebih banyak lagi. Untuk berbagai video dengan tema yang berbeda bisa kamu lihat melalui Channel Youtube Overloops. Sehingga kedepannya akan lebih baik lagi dalam membuat sebuah video. Selamat berkaryaa..

RECENT POSTS

    Leave a comment