October 13, 2017

Tradisi Pembaretan SMA Taruna Nusantara

SMA Taruna Nusantara dikenal sebagai sekolah yang menerapkan pendidikan bela Negara di dalam setiap kegiatannya. Pada tanggal 5 – 7 Oktober 2017, Taruna Nusantara mengadakan agenda rutin pembaretan untuk siswa kelas 10 sebagai tradisi untuk menandakan telah berakhirnya seluruh rangkaian pendadaran selama 3 bulan. Dengan pembaretan ini diharapkan para siswa TN bisa lebih disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, juga menanamkan jiwa patriotisme, pantang menyerah dan rela berkorban seperti yang telah dicontohkan pahlawan kita Panglima Besar Jendral Sudirman. Dengan menerima baret biru, artinya siswa kelas 10 ini sudah siap untuk disebut sebagai siswa SMA Taruna Nusantara.

Rangkaian acaranya cukup sulit nih guys.. kegiatan ini dilakukan selama 3 hari. Hari pertama diadakan kegiatan RPS, yaitu Rute Panglima Sudirman. Para siswa berjalan dari Parangkusumo menuju Panggang seperti yang dilakukan Jendral Sudirman saat Perang Gerilya melawan penjajah. Dari kegiatan ini diharapkan para siswa bisa mendapatkan manfaat dari beberapa aspek antara lain, aspek fisik dan aspek mental. Aspek fisik di dapatkan dengan melewati jalan yang terjal dan medan berat, bahkan ada dari mereka yang membawa tandu seperti masa perang Gerilya. Di tengah jalan mereka dihadapkan dengan hujan buatan menggunakan mobil penyiram, dan mereka semua harus melewati hujan buatan tersebut. Berat ya guys.. ya begitulah masa perjuangan pahlawan kita jaman dahulu.

Kemudian rangkaian acara hari kedua, mereka melakukan kegiatan PKT yaitu Pemilihan Kesatria Tangkas. Kegiatan ini seperti Outbond untuk melatih daya juang dan menumbuhkan niat mereka. Acara hari kedua ini diakhiri dengan caraka malam. Caraka malam, para siswa diminta untuk bisa menyampaikan berita dari pos pertama sampai pos terakhir, melatih keberanian, mental, kerjasama antar tim, dan mereka diajarkan untuk menyimpan rahasia yang dipercayakan pada mereka. Hari ketiga merupakan puncak dari kegiatan ini yaitu pembaretan. Para siswa melewati banyak tantangan dan haling rintang yang diberikan demi mendapatkan baret biru yang mereka impikan. Mereka melewati kolam lupur, melakukan tiarap di rumput, melewati jaring-jaring sambil meneriakkan keinginan mereka mendapatkan baret, hingga akhirnya mereka bisa mendapatkannya, yang artinya mereka telah resmi menjadi siswa Taruna Nusantara.

Nah, nggak cuma siswa siswi Taruna Nusantara aja nih guys yang melakukan perjuangan itu. Pada momen ini SMA Taruna Nusantara meminta Overloops untuk melakukan dokumentasi seluruh kegiatan pembaretan ini. Overloops menerjunkan 6 tim untuk bertugas di lapangan. Hari pertama tim berangkat ke lokasi TN di Magelang pukul 2 dini hari karena pada pukul 4 subuh para siswa berangkat menuju Parangkusumo. Dari keenam orang ini dibagi menjadi 3 photografer dan 2 videographer yang mendokumentasikan setiap rangkaian kegiatan secara detail. Suka dukanya tim yang bertugas bakal kita ceritakan di sini.

Kita menggunakan jasa ojek untuk mengantarkan dari Parangkusumo hingga ke Panggang. Di beberapa medan yang tim Overloops lewati memiliki jalanan yang terjal dan berliku. Melewati beban berat ini dengan cuaca yang panas dan membawa tas berisi perlengkapan kamera yang cukup berat. Nah lucunya nih, bahkan tim kita hampir saja ditinggalkan tukang ojek yang mengantarkan sebelumnya dengan alasan medannya terlalu berat. Tapi it’s ok kita berhasil membujuk tukang ojek tersebut untuk meneruskan perjalanan. Kami mendokumentasikan kegiatan ini selama 3 hari full hingga acara pembaretan.

Tugas kita yang paling berat adalah mendapatkan foto setiap siswa di semua kegiatan. Dengan jumlah siswa 384 orang, tim photographer berburu foto mereka satu persatu, dan hal yang bikin kita pusing adalah memasukkan foto-foto mereka ke dalam folder sesuai nama mereka. Tanpa informasi yang banyak dari siswa siswi tersebut, tim kami mendeteksi nama mereka dari nama baju yang mereka kenakan. Mungkin temen-temen mengira membaca nama di dada mereka cukup mudah, tetapi coba bayangkan foto tersebut diambil setelah mereka melakukan prosesi pembaretan dengan melewati kolam lumpur dan merayap di rumput. Bahkan ketika foto tersebut diambil, lumpur yang menempel di baju mereka sudah mengering sehingga menutupi beberapa nama di dada mereka. Kebayangkan susahnya seperti apa haha.. dan akhirnya kita semua bisa menyelesaikan projek ini dengan baik.

Kalau kamu ingin mendokumentasi eventmu seperti ini, kamu bisa mengunjungi website Overloops untuk melihat beberapa portofolio kami. Jika kamu tertarik, kamu bisa langsung saja menghubungi kami melalui sosmed Overloops di Instagram @overloops dan bisa juga melalui fun page facebook Overloops. Kami juga menerima pembuatan video Profile Company, video event pribadi maupun corporate, traveling, wedding, dan masih banyak lagi yang bisa kamu cek di website Overloops.

pembaretan TN

RECENT POSTS