December 12, 2017

Behind The Scene Video PBUK SV UGM Yogyakarta

Overloops sedang bekerja sama dengan UGM untuk pembuatan video paket Sekolah Vokasi UGM. Salah satunya adalah PBUK atau Penelusuran Bibit Unggul dan Kemitraan. Dalam pembuatan video PBUK ini kami membuat sebuah cerita dari seorang anak yang hamper tidak mampu untuk melanjutkan sekolah karena terhalang oleh biaya. Namun untuk mengatasi hal tersebut, ada kemitraan yang siap untuk membantu membiayai para siswa yang tidak mampu melanjutkan sekolahnya untuk jenjang yang lebih lanjut. Overloops menggunakan konsep cerita perspektif dari pihak pertama sekaligus menjadi aktor dalam video tersebut. Overloops mengemas video tersebut dengan konsep yang berbeda dari profile conventional pada umumnya dengan cara pendekatan story telling sehingga nantinya impact dan emosinya lebih terasa dibanding dengan video narrative pada umumnya.

Berhubung menggunakan konsep Story Telling, banyak adegan dalam video ini yang ter-script dan telah dipersiapkan untuk membuat sebuah video yang menarik. Proses dalam pembuatan video ini kita awali dengan proses preproduksi, perencanaan, dan sampailah pada proses produksi yang akan kita ceritakan dalam postingan berikut ini.

Overloops menggunakan Desa Wirokerten untuk take video ini. Kita mengambil setting tempat di sekitar kantor dan melibatkan beberapa talent. Talent yang kami gunakan antara lain Direktur, Mahasiswa yang sempat patah semangat namun akhirnya bangkit kembali, dan figuran-figuran lainnya yang dimintai perannya dalam video ini. Proses produksi berlangsung sangat menyenangkan dan kita juga bersyukur karena cuaca pada saat itu sangat cerah dengan langit biru. Meskipun sedikit terik, video yang kita ambil tetap prima karena pencahayaannya yang sangat bagus.

Kami mengambil semua scene untuk PBUK ini dalam satu hari. Untuk scene pertama, kami mengambil tempat di pinggir jalan. Tantangan yang kita hadapi selain panas terik matahari yang menyengat, kita juga harus bisa mengambil momentum yang bagus. Hal ini dikarenakan prosesnya berada di jalan yang banyak dilalui oleh kendaraan-kendaraan. Untuk semua scene, kami menggunakan kamera A7S dengan lensa 17 40 dan juga gimbal Zhiyun Crane versi 2 yang disematkan sebuah monitor untuk mempermudah pengoperasian kamera di lapangan. Jika tidak menggunakan monitor ini, dikhawatirkan akan susah memonitor gambar dari layar kamera yang berukuran kecil. Hampir semua scene menggunakan frame rate tinggi 120 frame per second yang nantinya akan dibuat slow motion dalam proses produksi sebanyak 21% sehingga adegan-adegan tersebut menjadi lebih dramatis.

Scene berikutnya menuju lapangan Desa Wirokerten dan kami juga mengajak anak-anak sebagai pemeran pembantu. Produksi bersama anak-anak ini berlangsung sangat ceria karena canda tawa anak-anak yang mencairkan suasana dengan kekonyolan mereka yang menjadi hiburan tersendiri untuk tim Overloops. Proses produksi untuk scene ini kita menggunakan beberapa alternative lokasi untuk mendapatkan berbagai macam view yang nantinya akan kita pilih lokasi mana yang tepat untuk dimasukkan ke dalam video. Untuk scene selanjutnya kita menggunakan rumah yang sederhana karena memang dalam cerita tersebut diceritakan seorang anak yang memiliki kehidupan sederhana. Satu hal yang membuat tim Overloops  excited adalah kita menggunakan talent yang amatir dan belum memiliki pengalaman berakting di depan kamera. Sehingga kita harus take berkali-kali untuk mendapatkan video sesuai dengan harapan.

Proses produksi berikutnya, kita menggunakan studio kantor Overloops dan meng-setting studio yang cukup kompleks karena dalam scene tersebut diceritakan seorang direktur sedang merenung di kantornya dan memandang ke luar. Karena kami mengharapkan kantor tersebut terlihat seperti kantor yang memiliki pemandangan gedung-gedung tinggi perkotaan, dan di Jogja ini sangat sulit untuk mendapatkan perkantoran seperti itu. Sehingga kita menggunakan teknik greenscreen untuk mengatasinya. Kami menambah background hijau dibalik kaca yang mana kita harus bisa membuat warna hijau di greenscreen ini terlihat merata. Kita menggunakan 4 lighting untuk menyinari greenscreen tersebut. Kemudian kita juga menggunakan 2 lighting di dalam ruangan untuk menyinari objek utama. Tambahan 1 lighting dari dalam kaca untuk menyinari bagian objek sehingga kita bisa menambahkan efek bleach pada objek tersebut sehingga tidak terlihat seperti tempelan.

Kita berhasil mengejar semua scene tersebut dalam waktu satu hari dan dilanjutkan dengan proses produksi. Kita berusaha shooting dengan waktu pengerjaan sefektif mungkin dikarenakan waktunya yang terbatas. Nah, untuk melihat hasilnya, nantikan video PBUK dari Overloops untuk client Sekolah Vokasi UGM yang akan tayang tahun 2008. Jika kalian penasaran dengan hasil karya Overloops lainnya, kalian bisa melihatnya di Channel Youtube Overloops dan juga melalui akun instagram kami. Untuk kalian yang ingin mebuat video profil untuk company kalian, bisa langsung saja menghubungi Overloops di akun Instagram @overloops dan juga Facebook Overloops.

RECENT POSTS

    Leave a comment