May 14, 2018

Workshop Lighting for Sport

Bidang olahraga atau sport menjadi salah satu objek yang cukup menarik ketika di foto. Selain karena sport memiliki daya tarik tersendiri untuk menghasilkan karya yang menarik di bidang photography, sport juga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para photographer untuk memotret, dikarenakan bidang sport memerlukan keterampilan atau skill tersendiri bagi para photographer untuk mendapatkan hasil yang bagus. Skill ini tidak hanya berupa kemampuan untuk menangkap moment saja, tetapi juga untuk membaca situasi dan juga kemampuan dari kamera itu sendiri untuk bisa menangkap gambar dengan kecepatan tinggi maupun reflex photographer untuk memotret moment yang bagus.

Nah dibalik itu, memotret sport yang extreme ini akan lebih menantang jika dikombinasikan dengan teknik lighting, sehingga tingkat kesulitannya akan menjadi lebih bertambah. Namun dibalik tingkat kesulitan yang tinggi itu, akan dihasilkan karya yang lebih bagus lagi. Karena kita tidak hanya mendapatkan adegan atau moment yang bagus, tetapi juga dikombinasikan dengan pencahayaan yang membuat foto lebih dramatis dan menarik. Oleh karena itu, Overloops Photo dan Videography sebagai jasa foto professional yang juga menaruh perhatian pada photography sport, diundang oleh Universitas Negeri Yogyakarta dalam sebuah kelompok photography Komed di acara workshop dengan tema Lighting for Sport. Tema ini sangat cocok karena Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY sendiri adalah sebuah fakultas yang menitikberatkan pada ilmu keolahragaan, sehingga tema tersebut sangat cocok dengan acara ini.

Konsep yang Overloops tawarkan dalam workshop ini memberikan gambaran awal tentang bagaimana memotret olahraga, bagaimana kamera bisa dimaksimalkan fungsi dan fiturnya untuk memotret olahraga. Karena kamera yang memiliki frame per second yang tinggi akan sangat optimal untuk memotret moment olahraga. Juga pemilihan lensa, flash, dan pengenalan perlengkapan photography lainnya. Proses seminar tentang pengenalan dan gambaran awal memotret disampaikan di pagi hari sampai siang hari, kemudian sesi dilanjutkan dengan sesi praktek.

Praktek sendiri berlangsung lebih istimewa karena kita melakukannya di sesi indoor dan berkolaborasi dengan athlete wushu, karate serta football freestyle dari mahasiswa UNY yang berprestasi dibidangnya. Pertama, peserta dikenalkan tentang bagaimana penataan lampu, tips-tips untuk mengarahkan gaya dari objek, atau tips-tips menangkap moment yang cepat dengan bantuan lighting. Sesi dilanjutkan dengan sesi praktek memotret model. Sesi ini berlangsung cukup istimewa karena kita menggunakan teknik yang tidak biasa. Kita menggabungkan beberapa teknik sekaligus, yaitu teknik slow motion, teknik second curtain yang dikombinasikan dengan LED continues light, dan juga menggunakan lighting flash. Dengan menggabungkan ketiga teknik ini, akan didapatkan sebuah teknik foto yang sangat dinamis dari sebuah objek yang bergerak dengan bayangan yang mengikuti, diakhiri dengan gambar freeze dari objek tersebut.

Keistimewaan dari teknik tersebut untuk sesi foto hunting bersama adalah semua peserta medapatkan kesempatan foto objek secara bersamaan tanpa harus bergantian trigger seperti yang biasa terjadi di foto studio. Karena trigger hanya dipencet 1 orang saja tanpa harus terhubung dengan kamera, maka semuanya bisa mendapatkan hasil foto yang seimbang. Peserta sangat antusias dan senang dengan hasil foto yang didapatkan karena hampir semua belum pernah menggunakan teknik ini sebelumnya. Untuk hasilnya bisa dilihat dari foto-foto berikut ini.

Setelah sesi pertama memotret studio dengan teknik slow motion, sesi kedua coaching clinic berikutnya adalah memotret di gedung olahraga FIK. Pada sesi ini ruangannya lebih luas dan kita menggunakan teknik kedua yang tidak kalah menarik, yaitu dengan teknik stroboscopic flash. Teknik ini adalah teknik yang menggabungkan slowmotion pada kemampuan strobe pada flash. Kita menggunakan 3 flash Godox yang mumpuni, yaiu Godox AD600, AD360, dan V860. Dengan teknik ini akan didapatkan sebuah foto yang memiliki bayangan secara berkelanjutan karena efek flash yang freeze dari flash yang menyala secara continues dengan frekuensi yang rapat sehingga setiap gerakan dari model akan ter-freeze dalam sebuah frame foto yang menangkap beberapa gerakan sekaligus. Teknik ini bisa dilakukan dengan mengatur pada trigger, mengatur pada model strobo, kemudian men-set frekuansi, jumlah power, dan jumlah flash dalam frekuensinya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari hasil foto berikut ini.

Sesi diakhiri dengan sesi foto strobist menggunakan standar strobist, disini kami memberikan penjelasan tentang mengatur gaya model, dan bagaimana supaya foto bisa lebih dramatis, dan masih banyak lagi. Ya, itu tadi cerita pengalaman tim kami yang mengisi workshop photography di GOR UNY sekaligus beberapa tips untuk memotret model sport menjadi lebih menarik. Nah, kalau teman-teman tertarik untuk belajar teknik tersebut, Overloops juga biasa membuka kelas workshop sendiri untuk para photographer. Untuk hasil karya Overloops lainnya, kalian bisa melihatnya di instagram @overloops maupun Fans Page Facebook Overloops. Untuk video teknik photography lainnya kalian juga bisa melihatnya di Channel Youtube Overloops, dan jangan lupa subscribe yaa..

RECENT POSTS

    Leave a comment