August 6, 2018

Workshop Vlog Trend and How to Make It

Video blog menjadi sebuah topic yang cukup banyak diminati oleh para kalangan, tidak hanya professional namun juga para hobbies atau masyarakat umum yang ingin mencoba untuk melakukan hal yang baru dan menarik dan nantinya akan di upload ke media social video sharing seperti Youtube, Instagram TV, Facebook, dsb. Video blog akhir-akhir ini menjadi lebih menarik karena rupanya dari content yang di upload oleh para pengguna, nantinya tidak hanya menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan untuk berbagi cerita dan berbagi kegiatan. Namun juga menjadi salah satu hal yang bisa mendatangkan penghasilan dari monetisasi iklan yang ada di Youtube.

Maka tidak heran, banyak orang yang kemudian mencoba membuat video blog. Namun sayangnya content video blog yang dibuat terkadang tidak menarik atau tidak mendatangkan banyak viewer, bahkan subscriber karena masih kurang berkualitas atau kurang menarik. Oleh karena itu, Sony Indonesia bekerja sama dengan Ray Digital Yogyakarta berinisiatif untuk membuat sebuah workshop videography dengan tema “Video Blogging”. Nah, pada kesempatan kali ini, Cendhika creative director dari Overloops yang juga sedang menekuni video blogging, dipercaya untuk memberikan materi seputar vloging. Dengan berbekal pengalamannya selama beberapa tahun dibidang videography, Cendhika dipercaya mampu memberikan tidak hanya materi tentang vloging, tetapi juga tips tentang bagaimana membuat video yang berkualitas, tentunya pasti akan menunjang kualitas dari content video itu sendiri.

Acara workshop ini diadakan pada hari Sabtu, 4 Agustus 2018 dan berlokasi di Upnormal Gejayan di Jl. Afandi. Workshop dihadiri kurang lebih 25 peserta yang berasal dari berbagai macam background. Mereka semua tertarik untuk memahami lebih dalam tentang bagaimana materi vlog disampaikan. Acara dimulai dengan presentasi dari Calvin selaku marketing dari Sony Indonesia Jakarta. Calvin menjelaskan tentang fitur dan keunggulan dari kamera Sony A6300 dan A6500 yang sangat ideal untuk digunakan sebagai alat vloging.

Calvin juga mengenalkan beberapa jumlah lensa line up dari Sony yang cocok digunakan untuk vloging. Seperti lensa Sony 18-105 yang memiliki flexibilitas lensa zoom dan bisa dijadikan sebagai lensa all around sehingga kegiatan vloging bisa dilakukan dengan efisien tanpa ribet membawa banyak lensa. Juga konfigurasi lainnya seperti penggunaan audio input dari Sony. Pada seri A6500, Calvin juga menjelaskan tentang keunggulan utamanya yang sudah menggunakan in body image stabilization sehingga bisa mereduksi getaran dari gambar ketika digunakan untuk proses vloging. Karena kebanyakan vloging dilakukan dengan berjalan kaki, image stabilization akan sangat bermanfaat untuk membuat gambar lebih nyaman ditonton.

Tibalah saat pembicara utama Cendhika memulai presentasinya. Cendhika memberikan beberapa gambaran tentang proses vloging yang dia lakukan dan bagaimana dia akhirnya tertarik untuk merambah ke dunia vloging. Kemudian bagaimana dia mempelajari trend vlog yang ada di Youtube saat ini, dari reverensi Youtuber luar negeri yang sudah cukup terkenal seperti Casey Neistat dan Peter Mckinnon. Dalam materi tersebut Cendhika menjelaskan bagaimana seorang Casey Neistat berhasil menjadi vloger dengan mengupload daily vlog miliknya, yang dimana Casey itu sendiri tidak terlepas dari kemampuan dia menata cinematic yang bagus, namun juga konsistensi dan karakter yang dia miliki. Walaupun kenyataannya cukup susah orang untuk meniru style dari Casey Nestat, vlog harian dari Casey ini memberikan banyak inspirasi bagi banyak orang untuk memulai menjadi seorang vloger.

Referensi kedua yang diambil adalah referensi yang cukup lekat dengan profesi kebanyakan yang ditekuni oleh para pengguna kamera yang juga interest terhadap teknologi, yaitu seorang photographer asal Canada bernama Peter Mckinnon. Menariknya materi Cendhika ini adalah Peter memiliki subscriber yang terbilang cukup banyak dan hanya diraih dalam waktu 9 bulan saja. Cendhika berbagi tips bagaimana Peter mampu meraih begitu banyak subscriber dalam waktu yang singkat. Kuncinya terletak pada bagaimana dia bisa membuat content video yang viral, namun juga bermanfaat bagi orang.

Content video yang viral ini adalah kunci bagi sesorang untuk bisa sukses di Youtube. Sebuah gebrakan yang diiringi dengan konsistensi dalam mengupload video dan juga memberikan sentuhan personal dari setiap videonya, dan tidak lupa untuk meningkatkan kualitas video dari segi kualitas gambar, maupun kreativitas dalam cinematography. Untuk mengakhiri sesi, Cendhika juga memberikan contoh menggunakan Sony A6500 yang dipasangi dengan lensa 10-18. Salah satu peserta ditunjuk sebagai volunteer yang kemudian bersamaan dengan peserta lainnya mengikuti sesi praktek yang dilakukan di area luar workshop di sekitar warung upnormal. Mereka memberikan contoh video blogging mereview makanan di warung upnormal tersebut.

Cendhika juga mendemokan bagaimana kreativitas dalam mengambil gambar, kamera movement, dsb. Termasuk memberikan impresi bagaimana mengambil gambar yang sangat keren menggunakan slow motion dengan Sony RX100 Mark V yang mampu merekam gambar hingga 960 fps. Overall peserta sangat antusias dengan kegiatan workshop kali ini, dan banyak perserta yang berharap nantinya aka nada acara serupa yang lebih intensif lagi untuk membimbing peserta membuat sebuah video blogging yang berkualitas. Kamera type Sony memang tidak bisa diragukan lagi untuk membuat sebuah content video yang berkualitas. Semoga apa yang dibagikan oleh Cendhika dalam workshop tersebut juga bisa bermanfaat untuk kita semua.

RECENT POSTS

    Leave a comment